Nasehat penting Imam Syafii rahmatullah alaih


nasehat imam syafii
Imam Syafi’I Rahmatullah Alaih berkata:
“Tidak ada seorang pun kecuali mesti ada Sunnah Rasulullah SAW yang tidak ia ketahui. Maka bagaimanapun aku berpendapat dengan sesuatu perkataan/pendapat atau aku membuat kaidah/ “Ushul” yang ternyata ada Hadits Nabi SAW yang menyelisihi pendapatku (Qouli) maka pendapat yang benar adalah Sabda Rasulullah SAW dan itulah pendapatku” (Tarikh Dimasyq 51/389).
Imam Syafi’I Rahmatullah Alaih berkata:
“Jika kalian mendapati Sunnah dari Rasulullah SAW yang menyelisihi pendapatku/perkataanku maka ambillah sunnah itu dan tinggalkanlah pendapatku karena (seandainya aku telah mendapati sunnah tersebut) maka akupun akan berpendapat sebagaimana sunnah itu “(Tarikh Dimasyq 51/398).
Dan Beliaupun berkata:
“Seluruh hadits dari Nabi SAW maka itu adalah pendapatku, meskipun kalian tidak mendengarnya dariku “ (Tarikh Dimasyq 51/398).
Imam An-Nawawi berkata:
Telah syah dari Imam Asy-syafi’I bahwasanya Beliau berkata: “Jika kalian mendapati dalam kitabku yang menyelisihi terhadap Sunnah Rasulullah SAW maka berpendapatlah dengan Sunnah Rasulullah SAW tsb dan tinggalkan pendapatku”. Juga diriwayatkan : “jika telah shahih sebuah Hadits yang bertentangan dengan pendapatku maka amalkanlah hadits itu dan tinggalkalah pendapatku “ atau beliau berkata “Itulah madzhab-Ku” ; dan telah diriwayatkan makna seperti ini dengan lafal-lafal yang bermacam-macam—Para sahabat Kami (Imam Nawawi) (dari sahabat kalangan ulama besar madzhab Syafi’i) telah mengamalkan hal ini –yaitu wasiat Imam As-Syafi’I untuk mengikuti Hadits Nabi SAW dan meninggalkan pendapat Beliau) dalam permasalahan At-Tatswiib dan mempersyaratkan untuk bertahallul dari ihrom karena sakit serta permasalahan-permasalahan yang lain yang sudah ma’ruf dalam buku-buku madzhab. (Al-Majmuu’- Syarah Al-Muhadzdzab Jilid I/hal 104).
Keterangan: At-tatswiib ialah masalah bacaan kalimat “Asholatu khoiru minan naum” dalam adzan sholat subuh”.
Imam An-Nawawi juga berkata:
Kami telah meriwayatkan dari Imam Abu Bakar Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah yang dikenal sebagai Imamnya para Imam karena tingkatan Beliau yang tinggi dalam hafalan haditsnya dan pengetahuan tentang sunnah-sunnah Nabi SAW maka Beliau ditanya:
Apakah Tuan tahu ada sunnah yang salah yang tidak dicantumkan oleh Tuan Asy-syafi’I dalam kitab-kitab Beliau maka beliau (ibnu khuzaimah) menjawab “Tidak ada”, Namun meskipun demikian Imam Asy-Syafi’I R.ah tetap berhati-hati kerena menguasai seluruh hadits-hadits Nabi yang shahih merupakan perkara yang mustahil bagi manusia-maka beliau pun mewasiatkan sebagaimana yang telah diriwayatkan di atas. Wasiat beliau ini telah dilaksanakan oleh para sahabat kami dalam banyak permasalahan fikih yang masyhur. (Al-Majmuu’- Syarah Al-Muhadzdzab Jilid I/hal 28/).

click here for download free pdf: Nasehat penting Imam Syafii dan Imam An Nawawi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s