Nabi Ibrahim A.s pernah Berbohong?


 

written by:Alvian Iqbal Zahasfan S.S.I

Benarkah Nabi Ibrahim pernah berbohong? Secara prinsip agama, semua Nabi itu ma’shum (terjaga) dari perbuatan bohong. Mustahil para Nabi nota bene penyampai wahyu berbuat dusta, lalu apa kata kaumnya kalau Nabinya saja berdusta. Lantas, bagaimana dengan sebuah Hadis Sahih riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim yang merekam bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda: “La yakdzib Ibrahimu illa tsalatsa kadzabat (Nabi Ibrahim tidak pernah berbohong kecuali dalam tiga kasus); Pertama, perkataan Ibrahim: Bal fa’alahu kabiruhum hadza (Patung besar itu yang melakukannya) QS. al-Anbiya’: 63. Kedua, perkataan: Inni saqim (Sesungguhnya saya sakit) QS. ash-Shaffat: 89. Yang ketiga adalah perkataan Ibrahim tentang Saroh (istrinya) ketika ditanya oleh Raja yang lalim, ia menjawab: Hadzihi ukhti (dia adalah saudariku).”

Menurut para ulama, seperti Imam Ibnu Hajar al-’Asqalani (W. 852 H/ 1448 M) mengomentari hadis tersebut dalam kitabnya Fathul Bari Bisyarhi Shahihil Bukhari dan Imam an-Nawawi ( W. 676 H/ 1277 M) dalam kitabnya al-Minhaj Syarah Shahih Muslim Ibnul Hajjaj; Bahwa tiga perkataan Nabi Ibrahim tersebut merupakan bentuk Tauriyah (Hal menampakkan di luar yang dimaksudkan) dan hal itu bukanlah suatu kebohongan apabila tiga perkataan tersebut dipahami lebih dalam. Karena Nabi Ibrahim menyampaikannya dalam redaksi yang mengandung dua pengertian (maksud) dan apabila redaksi tersebut dipahami lebih dalam oleh pendengarnya maka akan diketahui bahwa Nabi Ibrahim tidaklah berbohong.

Maka menurut sebagian Ulama, takwil tiga perkataan Nabi Ibrahim itu adalah; Pertama, Bal fa’alahu kabiruhum hadza (Patung besar itu yang melakukannya) sebenarnya yang menghancurkan berhala-berhala yang kecil itu adalah patung yang paling besar karena sebab dialah aku (Ibrahim) melakukannya (isnad majazi). Kedua, Inni Saqimun (saya sakit) maksudnya aku akan sakit, karena setiap manusia akan mati, dan pada umumnya kematian didahului oleh sakit. Makna perkataan Ibrahim tersebut senada dengan firman Allah Innaka mayyitun wa innahum mayyitun (Sesungguhnya engkau [Muhammad] akan mati dan mereka juga akan mati) QS. az-Zumar: 30. Ketiga, Hadzihi ukhti (ini saudariku) maksudnya saudaraku dalam iman dan Islam (fil ukhuwwah al-Islamiyyah) bukan saudara dalam nasab. Karena apabila Nabi Ibrahim mengatakan hadzihi zaujati (ini adalah istriku) maka Saroh akan dirampas oleh Raja yang lalim. Wallahu A’lam bis Sowab

*Versi lengkap sebelum dimuat di koran Republika, jumat 24 April 2009

Alvian Iqbal Zahasfan S.S.I

Jember, 25 Juni 1983

1. PP. Nurul Jadid (1995-2001)

2. MTs Nurul Jadid Paiton-Probolinggo Jatim (1995-1998)

3. MAK Nurul Jadid Paiton-Probolinggo Jatim (1998-2001)

4. PP. Al-Ghazali Bolu-Tulungagung Jatim (2001-2003)

5. Alumni Fakultas Dirasat Islamiyah (Fakultas berstandar Internasional) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2003- Wisuda 19 Juli 2008)

6. Mahasantri Semester Akhir Pesantren Luhur (Ma’had ‘Ali) Ilmu Hadis Darus Sunnah Ciputat (2005- Wisuda 14 Juni 2009) Di bawah bimbingan Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA. (Imam Besar Masjid Istiqlal)

7. Ketua Umum SYAHAMAH (Syabab Ahlussunnah Wal Jama’ah) Cabang Ciputat (2007- Paripurna 25 Desember 2009)

4 thoughts on “Nabi Ibrahim A.s pernah Berbohong?

  1. ya mas alvian.tulisannya keren.dan mohon maaf karena saya kopi paste tanpa idzin anda. btw, udah saya tambah links sumbernya biar semua orang tahu sumber asli di blog anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s