Pemahaman jihad yang sebenarnya


“JIHAD” APAKAH SELALU DIARTIKAN “PERANG”?

jihad

Arti suatu istilah sering berubah dari satu generasi ke generasi atau zaman ke zaman. Contohnya istilah “Proletarian” sebelum abad ke-19 tidak berarti lebih daripada “vile”=kotor atau “Vulgar”=keji atau kasar.istilah tersebut dibanggakan oleh orang komunis tetapi bagi orang Amerika istilah tersebut mengundang maksud perlu diwaspadai. Kemudian contoh lain. Kata “Imperialis” atau “kolonialis” sebelum abad 19 (tahun 1888) mempunyai arti lebih baik daripada tahun 1950-an. Di zaman dahulu kata “Imperialis” yang punya prinsip 3G=Gold(Emas), Glory(Kejayaan), Gospel(penyebaran agama kristen) mempunyai kesan positif sedangkan setelah tahun 1950-an maknanya jadi negatif. “imperialis”=penjajah.Orang Belanda yang pernah menjajah Indonesia pun malu hari ini jika disebut sebagai “Imperialis” atau “kolonialis.Selain kata “proletarian”, “imperialis” dan “kolonialis” dalam konteks agama banyak juga kata yang berubah arti seperti kata “hijrah”, “sunnah”, “korban”, “dakwah”, “jihad” dst.

Jika tidak disadari adanya perubahan-perubahan istilah ini, maka akan banyak mengalami salah pengertian yang fatal/mendalam/parah. Untuk memahami maksud istilah yang diinginkan, istilah tersebut harus dikembalikan atau melihat bagaimana awal mula istilah itu digunakan.Untuk membahas maksud istilah jihad, para ahli sejarah membagi perjuangan Rasulullah SAW dan kaum muslimin menjadi dua fase : yaitu fase Makkiyah dan Fase madaniyah. Penjelasannya sebagai berikut:

A. FASE MAKIYYAH

Istilah jihad sudah ada sejak fase makiyyah sebagaimana telah disebutkan dalam Al-Qur’an. QS 25 Al Furqon 52:

52. Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan BERJIHADLAH terhadap mereka dengan Al Quran dengan jihad yang besar.


Dalam ayat ini Nabi SAW diperintah Allah untuk BERJIHAD YANG BESAR terhadap orang kafir. Lalu pertanyaannya: mungkinkah Nabi SAW diperintahkan Allah untuk berjihad pada orang kafir dan juga orang munafiq tetapi kemudian tidak dilaksanakan ? tidak mungkin karena nabi bersifat tabligh dan amanah. Kemudian mari kita cari riwayat yang menunjukkan adanya perang di fase ini. Bukan hanya tidak ada perang tetapi DILARANG BERPERANG QS 4:77

77. Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka[317]: “Tahanlah tanganmu (dari berperang), Dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!” setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. mereka berkata: “Ya Tuhan kami, Mengapa Engkau wajibkan berperang kepada Kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?” Katakanlah: “Kesenangan di dunia Ini Hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun

[318].

[317] orang-orang yang menampakkan dirinya beriman dan minta izin berperang sebelum ada perintah berperang.[318] artinya pahala turut berperang tidak akan dikurangi sedikitpun.

B. FASE MADANIYAH

Ada dua dallil yang memerintahkan Rasulullah berjihad kepada orang kafir dan munafiq

QS 9 At Taubah 73

73. Hai nabi, BERJIHADLAH (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. tempat mereka ialah jahannam. dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.

QS 66 At Tahrim 9

9. Hai nabi, PERANGILAH orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. tempat mereka adalah Jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.

CATATAN: Ada dua kategori peperarangan : GHOZWAH dan SARIYAH

GHOZWAH adalah peperangan yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad SAW ada 25 kali peperangan sedangkan SARIYAH adalah peperangan yang di dalamnya tidak disertai Nabi Muhammad SAW ada 125 kali peperangan. tapi nabi jika memerangi satu qoum tidak langsung memerangi tapi didakwahi terlebih dahulu karena pada dasarnya perang tidak disukai dalam islam karena hanya akan mencepatkan orang kafir masuk neraka.

Satu pertanyaan: dua ayat di atas adalah perintah yang jelas agar Nabi Muhammad SAW memerangi orang kafir dan ORANG MUNAFIQ. Jika memerangi orang kafir sudah jelas misalnya perang Badar yang terjadi pada tahun 2 Hijriyyah. Lalu bagaimana dengan Nabi SAW memerangi orang munafiq seperti Abdullah bin Ubaiy bin sallul? Atau lebih jelasnya: adakah riwayat yang menunjukkan bahwa Nabi SAW memerangi orang munafiq baik secara GHOZWAH dan SARIYAH. Bukan saja tidak ada riwayatnya bahkan riwayat yang ada menunjukkan seolah-olah Nabi SAW dan para sahabat bersikap kebalikan menurut kebanyakan kefahaman ummat hari ini. Meskipun abdullah biasa membuat ulah dengan memfitnah, membuat gossip, menghembuskan perpecahan ummat, melemahkan semangat (nggembosi), merusak citra Nabi dan sahabat, cari-cari kesalahan dst Namun Nabi SAW tidak pernah memerangi bahkan berlaku baik. Padahal abdulllah suka mengadu domba antara muhajirin dan ansor. Misalnya pernah kaum muhajirin dan ansor berseteru karena rebutan ambil air minum di sumur yang sama. Sudah didamaikan Nabi SAW tetapi setelah itu diprovokasi oleh abdullah.

Apa yang ada dalam jiwa orang munafiq??? Hal ini digambarkan di QS 63 munafiqun 8

8. Mereka berkata: “Sesungguhnya jika kita Telah kembali ke Madinah[1478], benar-benar orang yang Kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari padanya.” padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada Mengetahui.

[1478] Maksudnya: kembali dari peperangan Bani Musthalik.

Karena semua perbuatan buruk abdullah turunlah surat al MunafiQun QS 63:1-8

1. Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: “Kami mengakui, bahwa Sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah”. dan Allah mengetahui bahwa Sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa Sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.

2. Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai[1476], lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang Telah mereka kerjakan.

3. Yang demikian itu adalah Karena bahwa Sesungguhnya mereka Telah beriman, Kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; Karena itu mereka tidak dapat mengerti.

4. Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. dan jika mereka Berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar[1477]. mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. mereka Itulah musuh (yang sebenarnya) Maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?

5. Dan apabila dikatakan kepada mereka: marilah (beriman), agar Rasulullah memintakan ampunan bagimu, mereka membuang muka mereka dan kamu lihat mereka berpaling sedang mereka menyombongkan diri.

6. Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu mintakan ampunan bagi mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

7. Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Anshar): “Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada disisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah).” padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami.

8. Mereka berkata: “Sesungguhnya jika kita Telah kembali ke Madinah[1478], benar-benar orang yang Kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari padanya.” padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada Mengetahui.

[1476] mereka bersumpah bahwa mereka beriman adalah untuk menjaga harta mereka supaya jangan dibunuh atau ditawan atau dirampas hartanya. [1477] mereka diumpamakan seperti kayu yang tersandar, maksudnya untuk menyatakan sifat mereka yang buruk meskipun tubuh mereka bagus-bagus dan mereka pandai berbicara, akan tetapi Sebenarnya otak mereka adalah kosong tak dapat memahami kebenaran.[1478] Maksudnya: kembali dari peperangan Bani Musthalik.

Walaupun demikian Nabi SAW tetap memintakan ampun pada Allah SWT di QS 9 :80

80. Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampunan kepada mereka. yang demikian itu adalah Karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.

Bahkan Nabi SAW hendak menyalatkan abdullah ketika dia meninggal namun Allah melarang di 9::84

84. Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka Telah kafir kepada Allah dan rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.

Dari keterangan diatas bisa disimpulkan bahwa di fase madaniyah Nabi SAW tidak pernah memerangi orang munafiq padahal di attaubah 73 dan tahrim 9 tadi perintahnya jelas:

73. Hai nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. tempat mereka ialah jahannam. dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.

9. Hai nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. tempat mereka adalah Jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.

Dari dallil diatas teranglah bahwa tidak mesti JIHAD identik dengan PERANG. Memang PERANG adalah bagian dari JIHAD tetapi tidak semua JIHAD berarti PERANG. Seperti SAPI adalah bagian dari BINATANG sedangkan tidak semua BINATANG adalah SAPI.

Lalu apa maksud jihad yang sebenarnya? Untuk tahu/paham apa itu JIHAD maka harus dikembalikan pada awal mula digunakan istilah itu. Sejak alQur;an di surat al mudatsir diturunkan QS 74:1-7

1. Hai orang yang berkemul (berselimut), 2. Bangunlah, lalu berilah peringatan! 3. Dan Tuhanmu agungkanlah! 4. Dan pakaianmu bersihkanlah, 5. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah, 6. Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. 7. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.

Nabi SAW berdakwah habis-habisan dari orang ke orang, dari satu suku ke suku yang lain, dari satu qoum ke qoum yang lain, dari satu qobilah ke qobilah yang lain sampai seluruh penduduk kota Makkah kemudian ke Thaif. Demikian pula Nabi SAW mendidik para sahabat begitu masuk Islam langsung berdakwah.

Perang baru terjadi sesudah ada perintah perang di fase madaniyah. Padahal istilah JIHAD sudah ada sejak awal fase makiyyah sehingga yang dimaksud JIHAD bukan mesti perang. Jadi JIHAD sejak FASE MAKKIYAH adalah apa yang dikerjakan Nabi SAW sejak saat itu yaitu USAHA DAKWAH. Hal ini dikerjakan jauh-jauhari sebelum shalat wajid apda th ke 11 kenabian/jumhur ulama terjadi th ke-13 kenabian. Sedangkan zakat dan puasa th 2 H, Hajji th 6 H.

CATATAN: jika orang masih bingung kenapa JIHAD bisa dimaknai DAKWAH perhatikan hadits nabi SAW: AFDHOLUL JIHADU KALIMATUL HAQQ/QOULUL HAQQ-INDA SUTONIN JA’IR

“jihad yang paling utama adalah mengatakan keadilan kepada penguasa yang nyeleweng. Jadi kalimatul haqq tidak sama dengan megacungkan pedang tapi berdakwah. IDZHAB ILA OBAMA INNAHU TOGHO?. full download file dalam bentuk docx lengkap dengan tulisan arab untuk ayat-ayatnya JIHAD APAKAH PERANG atau versi word 2003-nya JIHAD jangan lupa download software Qur’an in word supaya ayat2nya terbaca :

One thought on “Pemahaman jihad yang sebenarnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s