TANDANYA “PURIFICATION” ATAU TAZKIYAH TELAH BERHASIL


TANDANYA “PURIFICATION” ATAU TAZKIYAH TELAH BERHASIL

1. Meskipun hati dijelas-jelaskan agar terkesan dan bergantung pada makhluq tetapi hati tetap bergantung kepada Allah SWT.
2. kehendak jasadi selalu mengikut kehendak rohani. Tertib hidup ikut keinginan jasad telah berubah menjadi tertib ikut keinginan rohaniyat yang mengarah kepada Allah dan kehidupan akherat.
3. jiwa merasa tenang dan hati merasakan kemanisan dan kelezatan di dlaam menjalankan amal agama.
4. jika ada masalah seseorang akan melarikan kepada Allah SWT dan rasul-Nya (sunnah nabi SAW) dan musyawarah dengan orang beriman . Q.S 9: attaubah 16:
أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تُتْرَكُواْ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللّهُ الَّذِينَ جَاهَدُواْ مِنكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُواْ مِن دُونِ اللّهِ وَلاَ رَسُولِهِ وَلاَ الْمُؤْمِنِينَ وَلِيجَةً وَاللّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
16. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu DAN TIDAK MENGAMBIL MENJADI TEMAN YANG SETIA SELAIN ALLAH, RASULNYA DAN ORANG-ORANG YANG BERIMAN. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

5. jika tidak bisa berangkat untuk berjuang di jalan Allah seseorang akan menangis sedih.
6. ketika ada tuntutan berjuang di jalan Allah akan terasa nikmat di dalam hati bukan merasa jadi beban seperti memanggul gunung.
7. menjalankan amal agama terasa ringan seperti orang lapar melihat makanan lezat.jika malas menjalankan amal agama berarti tarbiyah belum berhasil seperti yang dialami orang munafiq yang malas untuk sholat dan infaq. QS 9 attaubah 54:

وَمَا مَنَعَهُمْ أَن تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلاَّ أَنَّهُمْ كَفَرُواْ بِاللّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلاَ يَأْتُونَ الصَّلاَةَ إِلاَّ وَهُمْ كُسَالَى وَلاَ يُنفِقُونَ إِلاَّ وَهُمْ كَارِهُونَ
54. Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan Karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.

8. nafsu merasa tenang dengan menjalankan amal agama. QS.89. Al fajr 27- 30:
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ

89.27. Hai jiwa yang tenang.

ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً

89.28. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.

فَادْخُلِي فِي عِبَادِي

89.29. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku,

وَادْخُلِي جَنَّتِي

9.datang dan perginya dunia tidak menjadikan hati kita berubah. Hati tetap stabil dengan datang dan perginya dunia. Bukan seperti kisah batur munggah kasur atau kisah. Petruk jadi ratu.
10. Orang beriman di luar sholat saja selalu ingat kepada Allah, apalagi ketika menjalankan sholat.ingatnya lebih lagi bahkan bisa menangis karena ingat dan takut kepada Allah SWT.
11. mudah mengamalkan ayat-ayat Allah SWT. Jika ada panggilan Allah dan rasul-Nya yang dimenangkan adalah Allah dan Rasul-Nya bukan kepentingan keluarga, perniagaan dan apa-apa dari keduniaan. QS. 9 attaubah 24:

قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
24. Katakanlah: “Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan Keputusan NYA”. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

12. kerja duniawi bernilai agama. Apalagi secara langsung buat kerja atas agama dan amal agama.
13. menjalankan satu amal ataupun tidak bisa menjalankan amal agama dianggap benar kerena sudah benar yakin dan tertibnya. Misalnya para sahabat nabi r.anhum berangkat atau tidak berangkat fi sabilillahnya semua atas dasar musyawarah dengan Rasulullah SAW. Andai tidak bisa berangkat karena ada udzur syar’i. misalnya QS 9. attaubah 92

وَلاَ عَلَى الَّذِينَ إِذَا مَا أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لاَ أَجِدُ مَا أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ تَوَلَّواْ وَّأَعْيُنُهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ حَزَناً أَلاَّ يَجِدُواْ مَا يُنفِقُونَ
92. Dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: “Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu.” lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata Karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan[654].

[654] Maksudnya: mereka bersedih hati Karena tidak mempunyai harta yang akan dibelanjakan dan kendaraan untuk membawa mereka pergi berperang.

Tetapi beda dengan orang munafiq jika berangkat bikin kacau teman-temannya jika tidak mau berangkat fi sabilillah dia dipertanyakan imannya. Qs 9 attaubah 47:

لَوْ خَرَجُواْ فِيكُم مَّا زَادُوكُمْ إِلاَّ خَبَالاً ولأَوْضَعُواْ خِلاَلَكُمْ يَبْغُونَكُمُ الْفِتْنَةَ وَفِيكُمْ سَمَّاعُونَ لَهُمْ وَاللّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ
47. Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antara kamu; sedang di antara kamu ada orang-orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. dan Allah mengetahui orang-orang yang zalim.

Q.S 4 ANNISA 97

إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلآئِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُواْ فِيمَ كُنتُمْ قَالُواْ كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الأَرْضِ قَالْوَاْ أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُواْ فِيهَا فَأُوْلَـئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءتْ مَصِيراً
97. Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri[342], (kepada mereka) malaikat bertanya : “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?”. mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)”. para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?”. orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali,

[342] yang dimaksud dengan orang yang menganiaya diri sendiri di sini, ialah orang-orang muslimin Mekah yang tidak mau hijrah bersama nabi sedangkan mereka sanggup. mereka ditindas dan dipaksa oleh orang-orang kafir ikut bersama mereka pergi ke perang Badar; akhirnya di antara mereka ada yang terbunuh dalam peperangan itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s