Satu di Jannah, Satu menemaniku di sini.



Setiap hari selasa malam ba’da Isya sudah saya niatkan dan alhamdulillah selalu Allah mudahkan untuk bisa ngaji tafsir di kampung sebelah sebut saja the bright village. memang bright dalam artian hakekat karena disitu saya belajar bagaimana bersikap yang benar dalam hidup sesuai tuntunan Allah wa rosuluhu. ini yang juga saya niatkan bersama teman-teman seperjuangan untuk niat lillah dan fillah,ga bicara politik, ga bicara golongan-golongan tapi bicaranya tiga perkara: Allah, Akherat dan Iman-amale sholih.
Back to the point of ” Setiap hari selasa malam ba’da Isya ” saya sering lewat sebuah kuburan yang lumayan menyeramkan karena gelap gulita dan jauh dari rumah2 penduduk. Barangkali banyak orang yang takut lewat situ tapi saya alhamdulillah biasa aja. bukan karena saya hebat akidahnya tapi memang dari dulu saya ngga percaya dengan hal2 yang berbau klenik dan khurofat. kali ini saya ga mbahas hal2 takhayul yang dialami orang kalo lewat kuburan tapi my feeling and emotion yang jadi sedih banget kalo lewat kuburan itu. kenapa karena disitulah terbaring jasad tiga orang yang sangat saya cintai. pertama my 1st daughter, salsabila yang meninggal sebelum lahir di tahun 2002. kemudian my father-in-law yang meninggal tahun 2003, meninggal karena sakit ginjal dan juga my brother-in-law yang meninggal di usia 26 tahun dengan penyakit yang sama seperti mertua saya.
dari 3 orang yang sangat saya cintai tentulah my 1st daughter salsabila,mbaknya si lucu Dira -Syifa yang sulit saya lupakan akan kisah sedihnya pada hari minggu 23 maret 2003. It’s so sad but I try to forget. Saya selalu ingat nasehat ustadz saya akan hadits yang mafhumnya ngga boleh kita berandai2 terhadap apa yang sudah terjadi atau ditaqdirkan Allah azza wajalla. kalo inget itu saya tenang dan saya kira inilah solusi terbaik agak saya tidak larut dalam kesedihan jika mengingat my first daughter yang sudah menungguku di sorga dan satu menemaniku disini untuk bersama2 umminya semoga Allah SWT pertemukan di Jannah . semoga Allah wujudkan. Amien.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s