Sikap Politik PKS Plin-Plan

Vina Nurul Iklima

INILAH.COM, Jakarta – Menghadapi manuver koalisi SBY-JK, sikap politik PKS terkesan plin-plan. Setelah mengancam akan mencabut dukungan bagi SBY, partai dakwah itu kini mencabut kembali ancamannya. Inkonsistensi sikap ini menunjukkan bahwa internal partai PKS mengalami dilema.

“Ancaman dan sekarang pembatalan itu menunjukkan PKS tak konsisten. Perbedaan itu karena ada faksi-faksi di PKS sendiri. Faksi fragmatis yang ingin menikmati kue, dan faksi idealis. Hal ini sudah terlihat pengeroposan di PKS,” kata pengamat politik UGM Ari Sujito kepada INILAH.COM, Rabu (15/4).

Ari mengatakan, momen menjelang koalisi kali ini menjadi ujian berat bagi PKS. Terbawa godaan pragmatis atau mempertahankan idealisme partai. Di sisi lain, perbedaan antar faksi di tubuh PKS sendiri kian jelas dan menjadi bom waktu yang akan pecah kapan saja.

“Bisa dibilang api dalam sekam, kalau PKS tidak segera menyusun mekanisme partai dengan solid. Karena kalau tidak, akan timbul sabotase, dan kekecewaan,” ujarnya.

Meski begitu, Ari menilai, apa yang terjadi saat ini merupakan manuver elit PKS yang belum tentu merupakan sikap resmi partai. “Saya kira pernyataan elit PKS itu bukan strategic campaign, tapi manuver dari individu elit PKS sendiri,” kata dia.

Kalau tidak segera diatasi, Ari mengatakan PKS tinggal menunggu waktu kehancuran. “Sebagai partai yang relatif muda, PKS masih belum solid membangun sistem kepartaian yang kuat,” cetusnya. [ikl/dil]
inilah.com

Ungkapkan pendapat Anda