Demo Tolak Kenaikkan BBM Rusuh, Mobil Dibakar

Rabu 25 Juni 2008, Jam: 9:12:00
JAKARTA (Pos Kota) – Ngeri rasanya saya menyaksikan siaran di televisi mengenai Jakarta yang sedang membara. Jadi inget kisah Mei 98 dulu ketika saya masih kuliah di S1 di Solo. Mau tau cerita yang sekarang? Baca ajah artikel yang ini ya :
Aksi demo yang menuntut kenaikan harga BBM dan pengusutan kasus kematian mahasiswa Unas, Maftuh Fauzi, berakhir rusuh. Ratusan pendemo membakar mobil Avanza B 1019 PQ yang melintas di depan kampus Universitas Atma Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (24/6) petang.

Peristiwa yang terjadi pukul 18.10 dipicu tindakan polisi yang menabrak seorang mahasiswa yang sedang berunjuk rasa di depan gedung DPR, Jakarta Pusat. Arfianto, 23, mahasiswa IAIN Jambi menderita luka di mata dan kepala akibat terhempas 3 meter. Polisi yang mengendarai mobil patko Kia Carens bernomor 3034 langsung melarikan diri usai menabrak Arfi. Kejadian ini membuat amarah mahasiswa kian tak terkendali.

Dari depan gedung DPR, aksi turun ke jalan ini berlanjut ke kawasan jembatan Semanggi, tepatnya di depan Kampus Atma Jaya. Suasana makin panas. Aksi pembakaran mobil Avanza berplat merah milik Pemda DKI itu membuat kemacetan panjang di Jalan M.Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman dan lainnya. Sebelumnya, kemacetan juga terjadi di jalan tol dalam kota dari arah Pluit menuju Cawang. Para mahasiswa memblokir tol tepat di depan gedung DPR.

Petugas terpaksa bekerja keras untuk mengurai arus lalulintas dengan mengalihkan arus kendaraan. Pengendara yang menuju Blok M dari arah Monas terpaksa dialihkan ke Jalan Dukuh Atas, Jalan Imam Bonjol maupun Tanah Abang.

“Kemacetan sangat parah tak hanya angkutan pribadi saja tapi seluruh angkutan umum termasuk busway di jalur khusus tujuan Blok M sama sekali tak bisa melintas di depan Universitas Atma Jaya,” kata Irwan, warga Gunawan, Cilandak, Selasa (24/6).

Menurut dia, kemacetan awalnya terjadi karena aksi demo. Namun semakin dan membuat panik warga maupun pengguna jalan saat terjadi pembakaran mobil avanza berplat merah B 1019 PQ. Mobil tersebut terjebak macet. Pendemo langsung mendekati mobil dan menyuruh turun sopir. Setelah itu, mobil langsung dibakar.

Tidak puas sampai di situ, para pengunjuk rasa juga menghentikan mobil Kijang Inova. Mereka hendak membakar kembali mobil tersebut. Namun karena bukan plat merah, akhirnya massa membebaskan mobil itu. Sebelum disuruh pergi, sopir Kijang Inova itu sempat dihadiahi bogem mentah.

Tindakan itu membuat pengendara bertambah takut karena khawatir menjadi korban. Mereka pun terpaksa berhenti di tengah jalan. Puluhan busway jalur Kota-Blok M yang melintas Jenderal Sudirman juga ikut berhenti. Akibatnya para penumpang turun dan memilih naik ojek.

Di lain pihak, pengelola Plaza Semanggi menutup usaha mereka. Akibatnya, ratusan pengunjung menjadi panik dan meninggalkan pusat perbelanjaan tersebut. Pihak pengelola khawatir tempatnya dijarah.

Beruntung, keadaan berangsur pulih setelah sekitar 300 pasukan dari Brimob dan Dalmas Polda Metro Jaya dipimpin Direktur Kriminal Umum Kombes Carlo Tewu datang ke lokasi. Dua buah mobil water canon langsung memadamkan api.

Petugas kemudian menyisir lokasi dan berhasil mengamankan 12 pria, satu di antaranya dituduh sebagai provokatar. Tiga di antaranya mengaku sebagai wartawan harian Rambu Kota dan Mahkamah. Namun petugas tetap membawa mereka ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan.

Ungkapkan pendapat Anda