Bahasa Jawa&Krama Inggil akan segera punah?


“Ih, ngapain sih ngomong Jawa? Sorry… plis deh, itu kan kagak jamannya lagi. Ngapain sih nguruin bahasa Jawa. Emangnya kita-kita ini anak jadul… Now, I want to speak English… biar gaul, biar gak katro… gicu lho.”

Ini adalah kutipan yang diambil dari sela sarasehan beberapa pelajar SMA ngomong sendiri. Kutipan diatas adalah contoh betapa para pelajar kita yang dari kalangan wong jowo wis ora Njawani maneh…

Lebih lanjut adalah cerita di lapangan keseharian yang bisa kita jadikan bahan perenungan. Yang di bawah ini adalah komentar dari seorang guru SMU di Sidoarjo, Jawa Timur tentang kenyataan bahwa:

Ada yang ironis di Jawa Timur. Sebagian besar pelajar sekarang sudah tidak bisa berbahasa Jawa dengan baik dan benar. Jangankah bahasa halus (krama), bahasa Jawa sehari-hari (ngoko) pun para pelajar itu gagap.

‘Saya tidak melebih-lebihkan karena ini pengalaman saya di lapangan. Pelajar SMA itu pasti kesulitan kalau diajak berbahasa Jawa,” kata Sukrisno, guru SMAN 2 Sidoarjo, dalam sebuah sarasehan bahasa Jawa di Surabaya.

Sukrisno, yang nota bene guru bahasa Inggris, fasih berbahasa Inggris, mengaku sangat prihatin dengan keadaan ini. Jika pengembangan bahasa Jawa tidak ada, generasi muda semakin gagap berbahasa Jawa, bukan tak mungkin bahasa Jawa akan punah jsutru di Tanah Jawa.

Pelajar SLTA di Jawa Timur [umumnya] saja sudah susah, apalagi siswa SLTP dan SD. Sukrisno memastikan, dalam 10 hingga 20 tahun ke depan bahasa Jawa semakin jarang dipakai masyarakat. Warga, yang saat ini berusia di bawah 17 tahun, dipastikan sulit mengajar anak-anaknya untuk berbahasa Jawa.

”Bagaimana bisa ngajar, wong dia sendiri nggak bisa bahasa Jawa?” kata Sukrisno dalam nada tinggi.

bahasa_jawa_terancam.jpg

Kenapa anak-anak makin gagap, bahkan tidak bisa, berbahasa Jawa?

Sukrisno menyebut, ini tak lepas dari perkembangan masyarakat, sekaligus pengaruh teknologi informasi, termasuk televisi. Sejak awal 1980-an para orang tua tidak lagi membiasakan anak-anaknya berbahasa Jawa di rumah. Sejak balita anak-anak dirangsang untuk berbahasa Indonesia. Bahasa Jawa, apalagi krama inggil, praktis tidak dibiasakan di rumah.

Karena prihatin, Sukrisno akhir-akhir ini banyak terlibat dalam acara-acara seni budaya khas Jawa. Sukrisno pun kerap tampil sebagai pemandu acara pernikahan ala Jawa. ”Saya sendiri waktu Lebaran di Solo nggak bisa apa-apa. Mirip orang bisu, karena nggak bisa bahasa Jawa halus. Bahasa Jawa saya, ya, kayak anak muda di Sidoarjo itulah,” kata Darmaji, pelajar sebuah SMA swasta di Sidoarjo, kepada saya.

Aming Aminoedin, ketua paguyuban pengarang bahasa Jawa, mengaku tidak terkejut dengan banyaknya anak muda Sidoarjo yang tidak bisa berbahasa Jawa. Menurut Aming, gejala ini tak hanya terjadi di Sidoarjo atau Surabaya, tapi hampir di semua kota di Pulau Jawa.

Anak-anak muda di kawasan pedesaan masih lumayan, karena lingkungan masyarakatnya memungkinkan mereka untuk menguasai bahasa Jawa.

Celakanya lagi, kata Aming, pelajaran bahasa Jawa hendak dihapus [bahkan sudah dihapus] dari kurikulum sekolah dasar. Jika benar-benar dihapus, maka nasib bahasa
Jawa akan semakin merana. Terpinggirkan dari masyarakat Jawa sendiri.

Karena itu, Aming dan kawan-kawan terus berjuang agar pelajaran bahasa Jawa tidak dihapus dari sekolah.

”Kalau di rumah sudah tidak berbahasa Jawa, di sekolah pelajaran tidak ada, di masyarakat tidak berbahasa Jawa, lalu bagaimana?” keluh Aming Aminoedin.

About these ads

9 thoughts on “Bahasa Jawa&Krama Inggil akan segera punah?

  1. Bahasa menunjukkan karakter suatu bangsa.Bangsa apaun pasti sangat memegang teguh adat,bahasa,dan agamanya.Namun , tidak lepas dari Pengaruh luar,terutama bahasa pergaulannya.
    JIKA BAHASA SUATU BANGSA SUDAH MULAI LUNTUR, MAKA AKAN LUNTUR PULA KEPRIBADIANNYA. ANTARA LAIN,YANG SANGAT MEMPRIHATINKAN ADALAH TATA KRAMA, SOPAN SANTUN,ITU SANGAT JELAS DAPAT DIIDENTIFIKASIKAN LEWAT BAHASA YANG SEKARANG INI SUDAH MENJADI FENOMENA IRONISNYA ORANG JAWA.
    ADA ANAK YANG INGINNYA BERBAHASA KROMO INGGIL,TETAPI IA TIDAK BISA ALIAS : ” GAGAP”. MENGAPA ?
    JAWABNYA MUDAH : YAKNI KURANGNYA PERHATIAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNTUK MEMBUAT PELAJARAN BAHASA DAERAH MENJADI SALAH SATU MATA PELAJARAN POKOK./ MATA UJIAN.
    ALASANNYA : UNTUK SEDIKIT-DEMI SEDIKIT MENGHILANGKAN RASA KESUKUAN DAN KEDAERAHAN,YANG MUNGKIN MENJADI BIANG DARI RAS DISKRIMINASI ? WALLAHU A’LANM .

  2. ” nuwun inggih,keparengo kawulo ndherek urun atur,bilih kanggenipun bongso Jawi utaminipun ingkang taksih mersudi tatakrami lan pratikel andhap-asor,tamtu mboten badhe nyupekaken prekawis unggah-ungguhing boso.
    Pramilo,kagem poro kadang sutrisni boso lan poro ingkang kajibah dados pamucaling budoyo luhung puniko,monggo sami ngleluri boso Jawi kito kanthi atul tur sregep.
    Mosok kawon kaliyan Ny……. ( saking USA) ingkang malah sinau bekso,tembang,karawitan lan pedhalangan jangkep ? Piyambakipun boten namung keprngin Jawi,nanging malah kepencut Jawi. Buktiinipun purun dipun semah priyantun jawi,rak inggih ? puniko bukti bilih boso jawi puniko boten kawon kaoto boso;iyan boso monco ing bab paramasastra
    (Grammar},kasusastran ( Lecture) lan ontowacono ( conversation).
    Wah…….. Boso Jawi puniko masuk kategori Boso Jerman,Kawi,India lan Arabia ?

  3. wah , ampun dados di pun apus tho curriculum bahasa jawa kaya
    ibu saya bilang wong jowo ora ngerti jawane

    ndalem sanget derek prihathos kalian tiyang njawi mekanti nganthos
    mboten saget kromo utawi boso inkang alus utawi kromo inggil ndalem
    derek prihaten mugi mugi tiyang nyawi mboten ngantos saget wicoro jawi

    ndalem derek nyuwun supados adik adik kito bongso jawi derek nglestarekaken
    tatakrami jawi ndalem ingkang griyo wonten landi ngantos isen kaliaan tiyang suriname
    inkang wonten landi mawon taseh ngange boso jowo masio ngoko ndalem derek bangga kalian sederek suriname , mboten nate dateng indonesia nanging sederek meniko coro jowo tasih sangget , ndalem imbau supados generati enom purut nglestarekaen tatakrami jawi , meniko pesen saking ndalem , ampun ngantos punah

  4. ndalem ngertos tatakrami jawi meniko mboten gampil
    menawi saben dinten kromo inggeh gampil sebab ipun munopo
    sakmeniko lare alit mboten nate dipun ajari kalian tiyang sepuh ipun dados inggeh mboten biasa ngangge tatakrami jawi
    dalem tiyang nyawi mugi mugi sederek jawi teseh purun ngangge tatakrami jawi
    dalem kadang kepengin kromo inggel nanging mboten wonten rencang ipun
    amergi dalem wonten negeri landi , menawi kaliaan sederek suriname

    boso ngoko dados inggeh mboten alus sanget , dalem pingin sagget tatakrami ingkang inggil kados tiyang kraton , mangkeh meanawi dalem pindah maleh wonten indonesia mugi ,ugi dalem sagget sinau tatakrami jawi

  5. lestarikanlah tatakrami jawi jujung inggil tatakrami jawi
    sinau tatakrami jawi ampun dados ludeh utawi punah
    tari srimpi, wayang tiyang, gamelan menikok ciri khas bongso jawi utawi tiyang jawi
    dalem kepinget sanget saget nyinden, utawi krawitan, tari jawi klasik

    mboten kalah lho kalian kebuyaan Eropa, berbanggalah jadi bongso jowo
    punya bahasa banyak saking muniko dalem ngaturi mugi mugi

    lare lare enem purun sinau tatakrami jawi mboten wunten alanipun menawi saget tatakrami jawi

  6. kula nggih senajan saking the department of English teaching nggih sekedik-sekedih utawi little-little nggih pengen sinau ngginaaken boso jawi kanthi leres lan sae liripun boso jawi ingkang bener tur pener mirip2 EYD lah…

  7. Sebenarnya muatan lokal bahasa jawa sudah masuk ke SMU/SMK, namun banyak pihak yang menyatakan bahwa bahasa jawa adalah bahasa orang ndesa dan sudah gak kanggo ing dunyane kerja, akhirnya bahasa Jawa harus dianaktirikan. bahkan kebanyakan dari mereka berpendapat “buat apa harus ada muatan lokal bahasa jawa, toh sehari-hari digunakan untuk berkomunikasi”. pendapat-pendapat seperti itulah yang menjadikan otonomi daerah yang mengharuskan bahasa jawa harus ada pada tiap jenjang sekolah tidak diindahkan. kalau problemnya seperti itu siapa yang harus disorot…? pemerintah ato masyarakat…?????

    • ya pemerintah dan masyarakat perlu saling musyawaroh untuk bicara tentang hal ini. satu hal yang ingin saya sampaikan kenapa bahasa jawa itu penting bagi orang jawa, terutama krama inggil..supaya anak muda tahu sopan santun pada orang tua hal ini adalah bagus untuk adat ketimuran apalagi menurut tuntunan islam lebih bagus lagi karena bernilai dunia akherat..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s