Skandal Watergate: Trik Konyol Presiden Paranoid

Sunday, November 15, 2009
Skandal Watergate: Trik Konyol Presiden Paranoid
diambil dari http://tofikpram.blogspot.com/
nixon
MENCERMATI fenomena di Tanah Air beberapa waktu belakangan, lama-lama suasananya seakan menjurus pada pengulangan skandal superbesar yang meletup di Amerika Serikat (AS), negara yang mengklaim sebagai kiblat demokrasi, empat dekade lalu. Di mana perkara tersebut menyeret petinggi negara, dan berujung pada pengunduran diri kepala negara. Peristiwa pertama dan satu-satunya sejak kemerdekaan AS 4 Juli 1776. Cerita bernama skandal Watergate.

Ini adalah skandal politik terhebat di abad 20, rangkaian dari perpecahan-perpecahan, upaya tutup menutupi, dana sogokan, tipu muslihat, daftar hitam, paranoia presiden, rekaman ilegal dan kata-kata yang dihapus (mengingatkan kita pada pembukaan rekaman Anggodo Widjojo dengan beberapa oknum aparat penegak hukum kelas atas di Mahkamah Konstitusi (MK), juga rekaman pemeriksaan Antasari Azhar dan Wiliardi Wizar yang terkesan dipotong).

Akibat skandal megaheboh jelang pemilihan presiden 1972 itu pula Richard Nixon jadi presiden pertama, dan sejauh ini satu-satunya, yang mengundurkan diri dari jabatannya.

Musabab skandal ini sebenarnya berpangkal dari karakter Nixon sendiri yang licin dan paranoid, tapi ingin selalu terlihat sempurna.

Nixon lahir di sebuah kota kecil di California. Dia merasa dirinya adalah orang luar yang abadi (eternal outsider). Bahkan, waktu menjabat sebagai presiden, dia beranggapan bahwa pihak Pesisir Timur –basis lawan politiknya– dan pers kota besar yang liberal akan melakukan apa saja untuk menjebaknya. Dia merasa selalu jadi bulan-bulanan. Sangat paranoid (mengingatkan kita pada salah satu tokoh dalam negeri yang selalu merasa dizalimi).

Si Ambisius yang Sok Bersih

nixon 2
Nixon memulai karir politik sebagai anggota kongres (di sini DPR) muda. Dia duduk di House un-American Activities Commitee dan punya peran dalam kejatuhan Alger Hiss, seorang pejabat Departemen Luar Negeri –yang dituding sebagai mata-mata Uni Soviet. Pada perkembangannya, banyak orang percaya kalau Hiss tak salah dan dia jatuh karena tuduhan palsu.

Dia berhasil merangsek ke kasta politik yang lebih tinggi setelah tampak menonjol ketika berdiri di pihak kanan Partai Republik. Dia dipilih jadi pendamping Dwight D Eisenhower –yang condong liberal– dalam pemilihan presiden tahun 1952. Dia dipandang punya peran sebagai penyeimbang.

Jabatan Nixon sebagai orang nomor dua di Amerika ketika itu tak lepas dari dugaan skandal. Dia dituding menerima sogokan dari para praktisi bisnis kaya raya di California.

Nixon cukup reaktif menanggapi tudingan itu. Buru-buru dia muncul di televisi dan menyampaikan pidato. Dia menyatakan tak bersalah. Dia menyebar kabar ke seluruh jagat bahwa dia bukan tipe orang yang ke sana ke mari suka mengenakan jubah bulu yang mahal. Istrinya, Pat Nixon, pun hanya mengenakan setelan kain model kuno. Intinya, dia menolak cap doyan suap.

Pemberian satu-satunya yang pernah diterima, katanya, adalah seekor anak anjing bernama Checkers. Katanya ketika itu, sial amat kalau harus sampai mengembalikan si anak anjing. Ketika tampil di depan publik melancarkan jurus tangkal, performanya memang kinclong, terkesan bersih. Karena penampilan itu pula dia mendapat julukan dari lawan politiknya sebagai ”Tricky Dicky” atau si Dicky yang Licin. Dan penampilannya di televisi disebut pidato Checkers, merujuk pada anak anjing yang diberikan padanya.

Setelah dua masa bakti jadi wakil presiden, Nixon dicalonkan jadi pengganti Eisenhower, meskipun pihak Eisenhower tak begitu pede mendorongnya maju. Tapi dalam pemilihan tahun 1960 dia kalah tipis dari John F Kennedy. Dia menuding kekalahannya adalah akibat manipulasi kartu pemilih di distrik-distrik utama.

Tahun 1962 ia coba maju dalam kompetisi yang kastanya lebih rendah, yaitu pemilihan Gubernur California, daerah asalnya. Tapi dia kalah. Dia pun memutuskan sementara mundur dari panggung politik.

Di sebuah konferensi pers pascakekalahan itu, dengan nada sinis dia bicara pada wartawan, ”Selama 16 tahun kalian banyak bersenang-senang. Sekarang kalian tak punya Nixon lagi untuk kalian tendang ke sana ke mari karena, tuan-tuan, inilah konferensi persku yang terakhir”.

Tetapi Nixon salah perhitungan. Setelah pernyataan itu dia malah mendapat tendangan yang lebih keras dari pers ketika dia dan manajer kampanyenya, Bob Haldeman, didenda karena terbukti menggunakan praktek-praktek kampanye curang selama pemilihan gubernur.

Syahwat politik Nixon untuk berburu kuasa rupanya tak pernah pupus. Kesempatan tampil kembali ke panggung politik level atas datang setelah anggota Partai Republik, Barry Goldwater, diobok-obok oleh Presiden Lyndon B Johnson –yang menggantikan Kennedy yang ditembak mati. Nixon mulai memoles dirinya sebagai sosok terkemuka dalam Partai Republik menggeser Goldwater. Tahun 1968, sekali lagi, dia memenangkan pencalonan partainya. Kali ini dewi fortuna memihaknya.

Kebetulan ketika itu pesona Johnson sedang tenggelam karena terlibat dalam Perang Vietnam. Johnson menolak mencalonkan diri lagi karena merasa gagal.

Pembunuhan terhadap Robert Kennedy, Jaksa Agung dan kandidat kuat presiden AS, adalah bentuk angin segar lain untuk Nixon. Minimal berkurang lagi satu calon pemimpin hebat saingannya dari partai rival. Juga dia berusaha mengambil keuntungan dengan mencoba menjadi penengah dalam konflik rasial, buntut dari pembunuhan Martin Luther King, Jr, pejuang hak asasi kaum kulit hitam AS.

Dan kebetulan juga, kampanye Partai Demokrat, partai saingannya, di Chicago memburuk. Di saat bersamaan terjadi juga pertempuran antara polisi yang brutal, Wali Kota Daley dan para pemrotes damai serta aktivis hak-hak sipil.

Di tengah situasi itu, Nixon muncul dan menyatakan berbicara untuk ”mayoritas yang diam” dan berjanji mengembalikan hukum dan tata tertib. Dia juga ”mencuri” apa yang tersisa dari Partai Demokrat. Calon partai Demokrat, Hubert Humphrey, yang pernah jadi wakil presiden di era Johnson, ikut-ikutan tercemar oleh perang Vietnam. Saat itulah Nixon mengobral janji mengakhiri perang, dan membawa damai bersama kehormatan (pride and glory). Dia menang mutlak.

Paranoid
nixon 3

Nixon bukan seorang bernaluri damai. Pada janjinya dia abai. Bukannya mengerem agresi ke Vietnam, dia malah meningkatkan perang dan meluaskannya hampir ke seluruh dataran Indochina, yang meliputi Laos dan Kamboja. Agresi itu diputuskannya sendiri menggunakan hak preogratif.

Jelas ini tak sah. Karena peraturan di Amerika menyebut, perang hanya bisa diputuskan Kongres. Tetapi Nixon punya hitung-hitungan; kalau perang itu tidak mendatangkan kemenangan, seperti yang dijanjikan Pentagon kepadanya, Vietnam dia giring ke meja negosiasi.

Untuk menerapkan kebijakan yang begitu ”clandestine”, atau sarat kegiatan-kegiatan terselubung, memang butuh kerahasiaan ketat. Hanya sedikit orang di Washington yang dia percayai. Nixon ”membentengi” dirinya dengan orang-orang luar, orang-orang yang tidak memegang kedudukan publik dan tak punya gagasan politik, tapi berambisi memperoleh kekuasaan semata-mata. Singkatnya, dia pelihara para penjilat yang dia rasa tak membahayakannya.

Haldeman, seorang mantan humas, dia tunjuk jadi staf Gedung Putih, yang mengendalikan jalan masuk ke Presiden. Mantan mitra hukum Nixon dan manajer kampanyenya tahun 1968, John Mitchell, jadi Jaksa Agung. Seorang humas lainnya, yang juga teman Haldeman, John Ehrlichman, jadi Asisten untuk Urusan Domestik. Benar-benar nepotisme yang kental.

Nixon paling peka terhadap bahaya. Dia bisa merasakan bakal terjadi perpecahan karena tekanan oposisi untuk menghentikan perang Vietnam kian gencar. Di tengah situasi seperti itu dia tak percaya ”sekutu yang baik”, seperti Direktur FBI, J Edgar Hoover (tokoh legendaris yang menangkap mafia Al Capone melalui tim polisi antikorup pimpinan Elliot Ness). Nixon berkali-kali mencoba memecat Hoover.

Hoover sendiri jadi direktur FBI sejak 1920-an. Dia punya basis kekuasaan dan sulit digeser, bahkan oleh Presiden sekali pun. Nixon melihat Hoover sebagai kompetitor dan ancaman.

Nixon benar-benar paranoid bakal kehilangan kekuasaan. Dia bahkan mencurigai CIA, karena melihat badan ini adalah turunan kaum cendekiawan Pesisir Timur yang sejarahnya kurang bagus dengan musuh-musuh Amerika. Untuk membuang paranoidnya, Nixon mendirikan badan intelijen pribadi yang hanya bertanggung jawab pada Gedung Putih.

Ihwal Skandal

Ancaman lain yang dia rasakan datang dari kaum Demokrat. Partai ini dirasakannya sebagai ancaman paling berbahaya menjelang pemilihan berikutnya, tahun 1972. Untuk mengantisipasi ”hal-hal yang tidak diinginkan”, tahun 1970-1971 ia mendirikan beberapa proyek untuk menguping lawan-lawan politiknya dan mengawasi pers.

Pertentangan terhadap perang kreasi Nixon pun memasuki titik kulminasi. Juni 1971, New York Times mempublikasikan ”Berkas-berkas Pentagon” atau ”Pentagon Files”. Inilah rahasia perang Vietnam yang paling menggegerkan dan merusak performa AS, terutama soal serbuan tidak sah Nixon ke Laos dan Kamboja. Sumbernya adalah Daniel Ellsberg, seorang mantan analis intelijen Pentagon.

Menanggapi serangan media itu, Nixon mendirikan badan investigasi khusus yang berperan sebagai badan investigasi tandingan untuk membungkam Ellsberg. Nixon menugaskan Ehrlichman dan deputinya, Egil Krogh Jr, menjalankan unit itu dari Ruangan 216 dalam kantor Eksekutif sebelah Gedung Putih. Stafnya kurang lebih 50 orang. Orang-orang senior, temasuk pengacara staf Penasihat Keamanan Nasional, David Young, dan penasehat khusus dan pelaksana Nixon sendiri, Charles Colson, ikut andil di dalamnya.

Colson mempekerjakan E Howard Hunt, seorang mantan CIA yang pernah terlibat dalam invasi Teluk Babi, Kuba. Hunt didampingi mantan agen FBI dan asisten jaksa wilayah, G Gordon Liddy.

Sasaran utama mereka adalah memfitnah Ellsberg untuk menyungkurkannya. September 1971, Hunt dan Liddy memerintahkan tiga dari agen Hunt yang berkebangsaan Kuba untuk menerobos masuk ke kantor psikiater Ellsberg.

Liddy orang yang bisa diandalkan Nixon. Desember 1971, penasehat Gedung Putih, John Dean, memilih dia untuk bekerja di bawah John Mitchell dan Jed Magruder di Komite Pencalonan Kembali Presiden (Commitee to Re-elect the President) atau CREEP. Ini adalah badan khusus bentukan Nixon untuk suksesinya di periode berikut. Dalam prokem Amerika, ”creep” berarti orang yang menjijikkan. Entah kenapa bisa nama itu yang dipilih.

Posisi Liddy di CREEP adalah Penasehat Umum, tetapi secara teknis dia bertugas mengumpulkan intelijen politik. Pada 27 Januari 1972, dia menguraikan sebuah rencana yang disebut ”Operation Gemstone” kepada Mitchell, Magruder dan Dean. Benih-benih skandal mulai tumbuh.

Maksud operasi ini adalah, di pemilihan yang berikutnya, Liddy, atas perintah Nixon, bermaksud mengoperasikan kampanye sabotase, pemerasan, penculikan, pencurian dan pengawasan elektronis (penyadapan). Nilai operasi ini mencapai USD 1 juta!

Mitchell sempat menolak rencana ini karena terlalu mahal. Liddy pun berinisiatif menyederhanakan operasi itu, dengan dana ”hanya” USD 250 ribu. Operasi pertamanya adalah mendobrak masuk markas besar kampanye George McGovern, kandidat terkuat Partai Demokrat yang notabene saingan Nixon. Sayang, operasi gagal.

Pada 26 Maret 1972, Liddy, Hunt, dan tim yang terdiri orang Kuba membongkar kantor-kantor Komite Nasional Partai Demokrat di gedung Watergate. James W McCord, koordinator sekuriti CREEP, memasang dua alat penyadap. Tindakan ini jelas ilegal. Sayangnya hanya satu alat penyadap yang bekerja. Dan yang lebih celaka lagi, yang dihasilkan tak lebih dari obrolan para sekretaris yang tak penting.

CREEP pun memutuskan melakukan satu operasi lagi, malam hari tanggal 16 Juni 1972. Pelaksananya lima orang. Tapi operasi kali itu berakhir malapetaka. Seorang penjaga malam memergoki mereka dan menelepon polisi agar menahan lima ”tamu tak diundang” di lantai enam gedung Watergate.

Dalam pemeriksaan, lima penyusup itu menyodorkan nama palsu. Tapi setelah mendapatkan tekanan dari penyidik, mereka pun mengakui identitas sebenar-benarnya. Sangat mengejutkan, karena kelimanya ternyata adalah James McCord (yang menghubungkan pembobolan itu kepada CREEP), mantan agen CIA Bernard Baker; Frank Sturgis, seorang tentara bayaran kelahiran AS yang pernah bertempur melawan Castro; dan dua orang Kuba, Virgilio Gonzalez dan seorang tukang kunci bernama Euginio Martinez.

Sebenarnya ketika lima orang itu dibekuk, Liddy, Hunt dan seorang mantan agen FBI Alfred C Baldwin, tiga pengendali operasi, ada di dekat tempat kejadian mengawasi operasi. Tapi ketiganya lolos.

Orang-orang yang tertangkap itu bisa saja mengaku pembobolan atas inisiatif mereka sendiri. Tetapi, kalau ditelusuri, rantai komando kembali melalui Strachan dan Krogh, lalu ke Haldeman serta ke Ehrlichman –keduanya penasehat terdekat presiden– dan setelah itu sampai ke Mitchell dan bermuara pada presiden Nixon.

Tahu misinya gagal, Nixon coba memberikan klarifikasi dengan tampil di depan publik, bergaya layaknya politisi bersih. Dia mengaku, berita pembobolan diterimanya saat berlibur ke Key Biscane, Florida. Seolah-olah dia memang sama sekali tak ada hubungannya dengan aktivitas ilegal tersebut.

Dalam reaksinya yang sok suci itu, Nixon mengutuk bahwa penyadapan ke kantor Komite nasional Partai Demokrat sebagai hal yang bodoh. Katanya, siapa saja yang paham politik tahu kalau markas besar komite nasional adalah tempat yang tak berguna untuk disinggahi, apalagi untuk mendapatkan rahasia mengenai kampanye presiden. Setidaknya itulah yang ditulis Nixon dalam memoarnya untuk menghindari dugaan keterlibatan.

Waktu kelima pembobol dihadapkan ke pengadilan, 17 Juni 1973, mereka mengklaim sebagai anti komunis yang tak ada hubungannya sama sekali dengan pemerintahan Nixon. Dan McCord berbisik kalau dia adalah CIA kepada hakim.

Laporan-laporan pers pun berhasil mengidentifikasikan kalau McCord adalah koordinator sekuriti CREEP. Tapi Mitchell, bos CREEP, buru-buru menyangkal dengan mengeluarkan sebuah pernyataan bahwa McCord hanya dipekerjakan sebagai konsultan sekuriti sementara dan sudah dibebastugaskan sebulan sebelumnya. Ini adalah upaya Nixon untuk cuci tangan menggunakan jasa Mitchell.

Bangkai pun Tercium

Sebenarnya trik licik Nixon tak akan terkuak dan kasus penyadapan akan berakhir di ruang sidang seandainya tak ada dua wartawan muda dari Washington Post (WP), Bob Woodward, 29 tahun, dan Carl Bernstein, 28 tahun, yang menemukan kalau buku-buku alamat yang disimpan pembobol berisi nama E Howard Hunt.

Pada 20 Juni 1972, WP melaporkan kalau Hunt bekerja pada konsultan Charles Colson, penasehat khusus Nixon. Fakta inilah yang kemudian menghubungkan pembobolan itu dengan sang presiden. Gedung Putih geger!

Upaya manipulasi coba dilakukan lagi. Buku-buku telepon internal Gedung Putih ditarik dan diubah untuk menyembunyikan kenyataan bahwa Hunt punya kantor di sana. Manipulasi habis-habisan.

John Dean memberi tahu Hunt agar ke luar negeri saja untuk menghilang sebentar. Liddy pun menawarkan pasang badan. Bahkan, bergaya melodramatis, dia menawarkan diri berdiri di sudut jalan dan diberondong peluru sampai mati kalau sampai skandal itu terbongkar.

Dean merancang kisah-kisah penutup aib yang rumit, untuk mencegah agar operasi itu tak terlacak dan hanya berhenti sampai Hunt dan Liddy. Uang tutup mulut dibayarkan kepada para pembobol. Upaya menutupi perbuatan mereka dijalankan dengan segala cara.

Sayang, masih ada kartu truf yang ketinggalan. Baldwin, yang kemungkinan agen FBI yang menyusup ke dalam kelompok sindikat Nixon, memberi tahu bahwa Liddy dan Hunt terlibat.

Nixon pun diberi tahu soal “nyanyian” Baldwin. Dan 23 Juni 1972, Nixon dan Haldeman memperbincangkan kemungkinan menggunakan CIA untuk merintangi penyelidikan FBI, untuk mematahkan kesaksian Baldwin.

Hunt dan Liddy harus dikorbankan, tetapi pemeriksaan dan peradilan “Tujuh Sosok Watergate” (lima penyadap yang ditangkap dulu ditambah Hunt dan Liddy) terlanjur dijadwalkan Januari 1973. Memang waktu itu menguntungkan, karena dilakukan sesudah pemilihan November 1972.Masih cukup waktu untuk memenangkan Pemilu dan menghanguskan semua bukti.

Dan dengan perhitungan waktu itu, Nixon tetap bisa menang. Karena partai Demokrat sedang kocar-kacir. Di bulan Juli Demokrat harus melepaskan calon wakil presiden mereka, Thomas Eagleton, karena diopname di rumah sakit sampai tiga kali. Dia disinyalir kelelahan dan kehabisan tenaga.

Satu-satunya penghalang adalah calon pesiden Demokrat, George McGovern, yang antiperang. Sementara Nixon sangat mendukung perang dan itu bisa mengurangi dukungan padanya.

Tetapi dalam situasi itu Nixon masih diuntungkan. Jarak antara persidangan sampai pemilihan berbulan-bulan, dan waktu itu cukup untuk menegosiasikan keterlibatan AS dalam perang Vietnam. Kalau Nixon bisa “menyelesaikan” masalah perang itu, misalnya merampungkannya di meja negosiasi, sangat masuk akal kalau dia berhasil meraih simpati untuk meraup dukungan dan menjabat untuk periode kedua.

Sementara itu, di dalam pengadilan, McCord dan Liddy mengaku tak bersalah soal penyadapan. Tapi di menit terakhir, Hunt tiba-tiba mengubah pengakuannya jadi bersalah (mengingatkan pada pengakuan mengejutkan Wiliardi Wizar dalam kasus pembunuhan yang diduga melibatkan Antasari).

Sementara selama pemeriksaan, hakim John Sirica yang memimpin sidang kasus itu, dibuat jengkel oleh para penuntut pemerintah (jaksa) yang kentara betul memperlakukan terdakwa dengan halus dan lembut hanya karena yang berperkara dekat dengan pemerintahan.

Proses pengadilan itu tak terpantau, dan nyaris muncul kesimpulan kalau pembobolan dan penyadapan Watergate benar-benar hanya melibatkan ketujuh orang tersebut.

Tetapi pemberitaan pers, sebagian besar dari Washington Post, kekeuh mengindikasikan kalau semua penyadap yang diadili itu berhubungan dengan Gedung Putih. Dan pembobolan Watergate hanyalah sebagian dari program tipu daya terkait pemilihan November 1972.

Akhirnya; Terlalu

Sebelum kasus ini ramai, Direktur FBI Edgar Hoover, yang dianggap sebagai ancaman oleh Nixon, meninggal bulan Mei 1972. Nixon ingin agar jabatan yang ditinggal Hoover dipegang Patrick Gray, orangnya sendiri. Apalagi maksudnya kalau bukan untuk melindungi misinya.

Ketika kasus ini kian panas, Gray menghadap Komite Ervin, sebuah komite yang dibentuk untuk mencari fakta sebenarnya skandal ini (mirip Tim 8 di Indonesia sekarang) dan Senat. Di sana dia mengungkapkan FBI gagal menginterogasi saksi-saksi kunci dalam kasus Watergate. Gray ingin melindungi Nixon.

Di saat bersamaan, penasehat presiden, John Dean, turut serta dalam wawancara dengan personalia Gedung Putih. Pers pun menyorot Dean, orang yang diduga membuat skenario upaya penyembunyian aktivitas penyadapan. Dean dipanggil untuk memberi kesaksian kepada Senat, tapi menolak. Nixon pun mengatakan dia tidak membiarkan stafnya memberi kesaksian dengan alasan hak istimewa eksekutif.

Ervin, Ketua Komite pencari fakta kasus tersebut, mengingatkan bahwa staf Gedung Putih bukanlah bangsawan atau anggota kerajaan. Jika mereka tak patuh pada panggilan tertulis menghadap pengadilan, dia akan mengusulkan Senat mengeluarkan surat perintah agar mereka ditahan.

Pada 23 Maret 1973, hakim Sirica menjatuhkan hukuman yang kejam pada komplotan Watergate; 30 tahun untuk Liddy, 35 tahun buat Hunt, dan 40 tahun buat Barker, Gonzalez, Martinez dan Sturgis. Total masa hukuman mereka semua adalah 225 tahun !

Pada 30 April 1973, atau beberapa bulan setelah dia terpilih kembali untuk periode kedua kepemimpinan, Nixon tampil di TV menyikapi vonis itu. Lagi-lagi dua berusaha menjual kesan bersih. Menurut dia, ada suatu upaya untuk menyembunyikan fakta-fakta dari masyarakat umum. Pembobolan itu, katanya, adalah ”tindakan bodoh dan ilegal”. Masih saja dia berusaha berkelit.

”Tidak ada implikasi apa pun mengenai perbuatan curang pribadi di pihak mereka (penyadap),” kata Nixon. ”Saya akan melakukan apa pun dalam kuasa saya untuk memastikan bahwa yang bersalah mendapat hukuman setimpal”, katanya manis dengan mimik serius.

”Tidak boleh ada yang menyembunyikan kejahatan di Gedung Putih”. (Ucapan ini mengingatkan kita pada salah satu sosok utama negeri ini saja, yang menyerahkan konflik KPK-Polri dalam jalur hukum dengan dalil menghormati supremasi). Sayang, tidak ada orang yang mempercayainya.

Tapi Nixon tak bisa berkelit terlalu lama. Pada 23 Agustus 1973, hakim Sirica memerintahkan agar sang Presiden menyerahkan rekaman delapan percakapan, setelah Sirica mendapat informasi dari Baldwin kalau Nixon punya rekaman itu. Nixon sempat menolak, tapi setelah mendapat banyak tekanan bertubi, akhirnya dia mau menyerahkan kesimpulan rekaman tadi. Bukan dalam bentuk rekaman asli yang utuh, hanya kesimpulan. Dan rekaman itu dianalisa oleh John C Stennis, seorang senator yang setengah tuli dari Mississippi.

Reaksi terhadap pembeberan hasil sadapan ini sangat luar biasa. Jutaan surat dan telegram protes mengalir ke Washington. Untuk pertama kali Kongres mempertimbangkan agar Presiden diperiksa.

Pada 10 Oktober 1973, wakil presiden AS yang sangat piawai berpidato, Spiro Agnew, mengundurkan diri setelah mengaku nolo contendre (tidak ada gugatan) terhadap tuntutan dia menerima jutaan dolar uang suap dari banyak kontraktor, waktu dia menjabat sebagai Pelaksana Kepala di Baltimore, awal tahun 1960-an. Sebagai ganti Agnew, Nixon menunjuk Gerald R Ford, pria yang membosankan tapi aman.

Tapi keputusan memilih Ford malah mengancam riwayat politik Nixon. Menurut perhitungannya, Ford bukanlah sosok yang berbahaya, yang bisa menunggangi situasi untuk menggesernya. Tapi penilaian publik berkata lain. Ford dirasa alternatif yang pantas menggantikan Nixon.

Pada 23 Oktober, Nixon menyerahkan rekaman yang diminta hakim Sirica. Di saat bersamaan dia terisolir dan kehilangan semua penasehat terbaiknya. Dia juga tidak berani bicara dengan siapa pun. Bahkan, Kepala Staf Gedung Putih yang baru, Jendral Alexander Haig, lebih setia pada Menteri Luar Negeri Henry Kissinger, bukan pada Nixon. Kissinger satu-satunya dari beberapa petinggi yang tak tercemar skandal ini.

Keadaan semakin buruk. Pada 21 November, penasehat Gedung Putih J Fred Buxhardt harus menyampaikan berita memalukan di persidangan; 19 menit pertama dari tape yang disita Sirica ternyata terhapus. Padahal di bagian itu berisi percakapan penting saat Nixon kembali ke Gedung Putih setelah pembobolan Watergate.

Cerita ini terjadi ketika Rose Mary Woods, sekretaris yang sudah lama bekerja dengan Nixon, tak sengaja menghapusnya. Nixon tak bisa berkelit. Kongres tak bisa mentolerir lagi. Akhirnya dilakukan voting, dan suara yang diperoleh menyebutkan; 401 mendukung bukti telah terjadi skandal, sedangkan 4 menolak. Tapi situasi ini tak mempengaruhi kemenangan Nixon di periode kedua. Karena, lagi-lagi, Demokrat si rival utama sedang semrawut.

Setelah pemilihan, Komite majelis Yudisial mulai membuat rancangan untuk memeriksa Presiden. Haldeman, Ehrlichman, Strachan, Mitchell dan Colson –orang-orang kepercayaan Nixon– semuanya dituntut Juri Agung karena berkomplot, bersumpah palsu dan merintangi keadilan.

Pada 30 April 1974, atau baru berjalan beberapa bulan jabatan periode kedua Nixon, si Presiden berusaha mengumumkan transkrip yang terdiri atas 200.000 kata ke publik. Maksudnya untuk memperbaiki citranya dan menunjukkan kalau dia sama sekali tak bersalah. Sama sekali tidak membantu Nixon. Malah timbul pertanyaan publik; cara apalagi ini untuk membenarkan kesalahan?

Akhirnya Nixon benar-benar habis ditelan gelombang mosi tak percaya. Dalam proses lanjutan kasus ini, Hakim Sirica mengungkapkan, ketika Haldeman dan kawan-kawan dituntut, mereka menyebut Nixon sebagai bos komplotan. Tapi tuntutan tidak bisa lugas diajukan karena Nixon masih presiden yang menjabat.

Pukulan mematikan malah datang dari Kejaksaan Agung, yang dalam keputusan memaksa Nixon menyerahkan semua rekaman yang dimilikinya.

Sang Presiden tak bisa berkelit lagi. Di salah satu rekaman percakapan pada 23 Juni 1972, Nixon memerintahkan Haldeman mengarahkan CIA agar merintangi pemeriksaan FBI soal sumber uang untuk pembobol Watergate. Sebelumnya Nixon menyembunyikan keberadaan percakapan itu, bahkan dari pengacaranya sendiri.

Skandal memalukan pun kian terbuka vulgar. Buzhardt, Haig, Kissinger dan penasehat Nixon, James St Clair, mengusulkan agar Nixon mengundurkan diri. Tapi pengaruh Republik pro-Nixon di Kongres rupanya masih cukup kuat. Ketika pengunduran diri diajukan, Kongres tidak setuju.

Lalu diadakan briefing tertutup; para pemimpin partai Republik memberi tahu Nixon bahwa 425 dari 435 anggota Kongres akan memberi suara untuk pemeriksaan, dan hanya selusin senator akan menentang hukuman untuknya.

Gong berbunyi 8 Agustus 1974. Nixon menyampaikan pidato yang membanggakan prestasi-prestasinya di bidang kebijakan luar negeri, sekaligus mengumumkan pengunduran dirinya. “Saya sudah tidak punya landasan politik yang kuat dalam Kongres,” dalilnya.

Sehari setelah itu, dia resmi mengundurkan diri dan Gerald R Ford, wakilnya, jadi presiden AS pertama tanpa pemilihan dan tanpa wakil presiden.

Yah, inilah, skandal mahabusuk untuk merengkuh kekuasaan. Terbongkar karena banyak peristiwa janggal, menguatnya nuansa manipulasi, dan fakta-fakta yang diedit. Tapi, seperti peribahasa Indonesia; “Sepandai-pandai menyimpan bangkai, akhirnya tercium juga”.

Yang perlu kita petik dari kejadian nyata paling menggemparkan dunia hampir empat dekade lalu itu adalah; akumulasi kebohongan, pemelintiran fakta, kesaksian palsu, pemanfaatan undang-undang untuk memuaskan hawa nafsu pribadi akan bermuara pada satu hal; kehancuran yang memalukan.(*)

NB: Semoga saja skandal seperti ini tak pernah terjadi di Indonesia. Kalau sampai situasi sekarang berangkat dari pola yang sama dengan aib Watergate; sungguh terlalu.

Komentar bertahan »

Bantahan bahwa Rasulullah Seorang Fedofilia

dimuat di www.eramuslim.com
Kamis, 04/02/2010 11:17 WIB
PERTANYAAN NETTERS
Assalamu’alaikum wr. wb.

Singkat saja ustadz, saya ingin menyanyakan bagaimana membantah tuduhan yang semakin marak akhir-akhir ini terutama di dunia maya, bahwa Rasulullah saw, adalah seorang fedofilia. Mereka mengambil kasus pernikahan Rasulullah saw denga ‘Aisyah ra. yang beliau nikahi pada usia 6 tahun dan tinggal serumah ketika ‘Aisyah berusia 9 tahun. Untuk menegaskan argumentasi mereka mereka membeberkan semua hadits2 shahih dari Bukhari dan Muslim tentang kasus ini. Mohon penjelasannya. Terima kasih sebelumnya.

Ayahnya Kayyis


JAWABAN USTADZ

Waalaikumussalam Wr Wb

Pedophilia adalah cinta kepada anak-anak. Akan tetapi, terjadi perkembangan kemudian, sehingga secara umum digunakan sebagai istilah untuk menerangkan salah satu kelainan perkembangan psikoseksual dimana individu memiliki hasrat erotis yang abnormal terhadap anak-anak. (www2.kompas.com)

Perkataan bahwa Rasulullah saw—makhluk Allah yang paling mulia—adalah pengidap pedophilia merupakan perkataan yang keji, tidak bertanggung jawab dan termasuk penghinaan terhadap nabi saw yang diancam Allah swt dengan laknat dan adzab yang pedih sebagaimana firman Allah swt :

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.” (QS. Al Ahzab : 57)

Pernikahan Rasulullah saw dengan Aisyah yang masih anak-anak adalah suatu pernikahan yang sudah banyak dikenal di masa jahiliyah. Islam datang dan mengukuhkannya, yaitu bahwa seorang anak wanita bisa dilamar dan dinikahkan dengan izin walinya…

Rasulullah saw tidaklah menggauli Aisyah kecuali setelah Aisyah sampai pada usia yang layak untuk digauli, sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim dari Aisyah bahwa dirinya berkata, ”Rasulullah saw menikahiku pada usiaku enam tahun lalu dia menggauliku sementara aku berusia sembilan tahun.”

Usia sembilan tahun adalah usia yang layak untuk digauli dan telah mencapai usia baligh bagi seorang wanita di banyak negara. Dan hal ini berbeda antara satu orang dengan lainnya dan antara satu lingkungan dengan lainnya.

An Nawawi berkata,”ad Dawudiy berkata,’Sesungguhnya Aisyah telah mencapai usia kedewasaan secara baik dan dia juga telah mengenal dirinya sendiri dan bahwa dirinya telah mencapai usia baligh sebagaimana kebanyakan wanita. Dia berkata—sebagaimana diriwayatkan oleh at Tirmidzi–,”Apabila seorang anak perempuan telah mencapai usia sembilan tahun maka ia adalah wanita (dewasa).”

Karena itu terdapat beberapa pendapat dari para ulama, seperti Imam Malik, Syafi’i dan Abu Hanifah bahwa seorang wanita tidak boleh dipaksa untuk digauli kecuali apabila dia telah memiliki kesanggupan untuk itu. Dan ini berbeda-beda diantara para wanita dan ia tidaklah diikat oleh satu usia tertentu. (Markaz al Fatwa No. 13991)

Bukti lainnya bahwa Aisyah ketika digauli oleh Rasulullah saw telah mencapai usia haidh, layak untuk digauli dan baligh sebagaimana kebanyakan wanita dewasa adalah kebanggaan bahwa dirinya adalah satu-satunya yang dinikahi oleh Rasulullah saw dari istri-istrinya yang perawan. Hal ini juga menunjukkan bahwa dirinya telah sampai pada tahapan memiliki kelayakan untuk melakukan hubungan seksual.

Wallahu A’lam
CATATAN TAMBAHAN:

Buat Ayahnya Kayyis meskipun saya bukan seorang ustadz saya ingin sedikit menambahkan bahwa apa yang dituduhkan oleh mulut busuk kaum kafirun murtadin tersebut bermula dari perasaan dengki dan benci kepada kebenaran Islam sehingga sulit ditemukan titik temu persepsi yang benar. ditambah lagi namanya orang yang belum mendapatkan hidayah dari Allah SWT sudah tentu ngga mungkin yang diomongkan kebesaran Allah SWT, gimana nasib kita di akherat atau pentingnya agama dalam hidup tetapi yang dibicarakan adalah persoalan duniawi, hal yang melalaikan bahkan menjurus ke persoalan SEX. memang susah bicara dengan orang yang PIKTOR PURBA (Pikiran Kotor Pura-Pura Baik) alias orang yang sudah dengki dan benci Islam mesum lagi otaknya.
btw, buat yang ingin mendapat counter yang berbeda dari jawaban pak ustadz dari eramuslim.com di atas silakan click artikel berjudul (Mitos tentang Usia Pernikahan Siti Aisyah ra.) yang ditulis oleh Pak edi prayitno
selamat membaca…

Komentar (1) »

Malu Tak Gentar

OLEH: BOBBY RAHMAN MANALU dimuat di www.sinarharapan.co.id

Entah mengapa, se­tiap ki­sah keberanian selalu mampu menggetarkan dan sekaligus memba­wa rasa hormat saya yang se-tinggi-tingginya bagi para pe­lakunya.

Kerapkali ce­rita yang melatarbelakangi mo­men ter-sebut tak selalu hadir dari sudut heroik kepah-la­wanan. Tetapi sialnya, itu selalu terjadi di negara orang. Berikut beberapa cerita tersebut, siapa tahu bisa menjadi “telaga” yang sedikit mengobati rasa kekeringan.
Di Jepang, Menteri Negara Reformasi Birokrasi Jepang, Genichiro Sata, yang juga salah satu figur kunci pada kabinet PM Shinzo Abe, akhir 2006 lalu mengundurkan diri karena du­gaan kasus korupsi. Meskipun belum terbukti melakukan korupsi senilai 80 juta yen (sekitar Rp 6,2 miliar) selama 1990-2000, namun untuk menghindari tekanan lebih lanjut pada pe­merintah, ia memilih mun­dur guna memberi kesempatan pada pengadilan menjalankan proses hukum.
Pada sekitar bulan Mei 2007, Menteri Pertanian Tos­hi­katsu Matsuoka menggantung dirinya dan tewas. Ia meninggalkan catatan yang meminta maaf kepada orang-orang de­katnya. Menteri yang meninggal itu adalah anggota parle­men Jepang ketujuh yang bu­nuh diri sejak Perang Dunia II ka­rena terlibat skandal. Ia ti­dak tahan dengan stres. Ia juga malu akibat skandal suap yang menimpa dirinya. Jauh sebe­lumnya, bulan April 1989, Per­da­na Menteri Noboru Ta­kes­hita terpaksa mengundurkan diri karena korupsi yang dila-kukan oleh anggota partainya, Liberal Democratic Party.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe juga akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya. Hal ini karena gagalnya Abe meraih dukungan yang cukup di parlemen atas perpanjangan bantuan terhadap operasi Amerika di Afganistan. Selain itu, selama hampir setahun pemerintahnya dinodai kasus korupsi yang berakibat pada penurunan dukungan dari rakyat. Abe pun mengatakan bahwa hari ini Jepang membutuhkan seorang pe­mimpin baru yang dapat di­dukung dan dipercayai rakyat.
Sementara di Malaysia, Menteri Kesehatan Malaysia Dr Chua Soi Lek pada bulan Januari 2008 mengumumkan pengunduran dirinya lantaran terlibat dalam kasus video seks. Ia juga berhenti dari jabatannya sebagai Wakil Presiden Aso­­siasi Malaysia-China (MCA), Ketua MCA Johor, dan ang­gota parlemen. Pengun­du­ran dirinya ini terjadi sehari setelah ia mengaku sebagai pelaku adegan porno di video tersebut.
Sebelumnya juga, Menteri Pertanahan dan Pe­ngem­ba­ngan Koperasi Kasitah Gad­dam mengundurkan diri. Ka­sitah terpaksa melepaskan ja­batan karena citranya sudah terganggu oleh tuduhan korupsi. Kasitah sebagai pejabat pu­blik merasa lebih baik meletakkan jabatan. Kre­dibi­litas­nya mulai merosot sehingga tidak bisa efektif lagi menjalankan tugas.
Di negeri Prancis, juga pernah tercatat dua menteri yang mengundurkan diri karena alasan keuangan yaitu Do­minique Strauss-Kahn dan Herve Gaymard. Kahn mundur pada 2 November 1999 karena diduga terlibat skandal korupsi dana asuransi mahasiswa via agensi Menef. Kendati polemik dan desakan tidak begitu kuat kala itu, Kahn memilih me­ngun­durkan diri dan menjalani proses hukum untuk mem­bukti­kan benar tidaknya tu­duhan itu.
Tak jauh dari Indonesia, di Vietnam sekitar tahun 2006 Menteri Transportasi Vietnam Dao Dinh Binh mengajukan pe­ngunduran diri karena di­tuduh terlibat skandal suap dan judi bernilai jutaan dolar dan menimbulkan kecaman ma­syarakat terhadap pelanggaran di kementeriannya. Se­belumnya pada Juni 2004, Menteri Pertanian Le Huy Ngo mengundurkan diri karena terlibat kasus korupsi di kementeriannya.
Cerita-cerita tersebut sengaja dituliskan ulang sebagai ba­han mentah bagi kita untuk mencermati situasi yang terjadi pascapemutaran rekaman pem­bicaraan Anggodo Widjojo, adik Direktur PT Masaro Ang­goro Wi­­djojo, yang juga menjadi bu­ron dugaan kasus korupsi, di ha­­dapan sidang Mahkamah Kon­­stitusi (3 November 2009). Ada sekitar 67 voice yang di­putar selama kurang lebih 4,5 jam.
Dalam rangkaian percakapan yang didengarkan oleh ratusan pengunjung sidang dan juga jutaan telinga publik karena disiarkan langsung oleh ba­nyak stasiun televisi tersebut, terdengarlah beberapa nama petinggi di lembaga penegak hukum.
Sebut saja Wisnu (Wisnu Subroto), mantan Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung, Susno (Susno Duadji), Komisaris Jenderal yang menjabat Kepala Bagian Reserse Kriminal Mabes Polri, Ritonga (Abdul Hakim Ritonga), Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejaksaan Agung. Selain itu, dua nama pengacara Anggoro Widjojo, Bonaran (Bonaran Situmeang) dan Kosasih juga turut disebut.

Banalitas
Dari rekaman tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa apa yang menimpa kedua un­sur pemimpin (nonaktif) KPK, Bibit S Rianto dan Chan­dra M Hamzah, adalah sebagai terciptanya suatu kondisi banalitas yang berisi tindakan yang bahkan alasannya pun tidak dapat lagi dimengerti oleh akal yang sehat.
Dosen Filsafat Universitas Indonesia Rocky Gerung menjelaskan banalitas merupakan keadaan umum di mana moral defisit berlangsung dalam sebuah institusi hukum sehingga kejahatan (korupsi) yang se­harusnya dibunuh justru dilindungi, dan secara bersamaan membunuh siapa saja yang dianggap melakukan pencederaan tersebut.
Penggunaan proses hukum semata-mata demi penghalusan tindakan banal, demi ak­septabilitasi publik. Proses hukum dijadikan sebagai alat le­gitimasi untuk melindungi prak­tik korup oleh aparat pe­ne­gak hukum. Hukum muncul dalam bentuk keputusan yang ditandai keserakahan dan muslihat. Lebih ekstrem, hukum ada­lah libido kekejaman, ek­tasi kejahatan dan semangat kegilaan yang ditukangi oleh parasit hukum, guna melakukan manuver-manuver melindungi praktik korup.
Dari rekaman itu, etika dari profesi hukum tak lagi ditemukan. Penegak hukum sebagai pengemban profesi luhur mencampakkan begitu saja mo­ralitasnya. Seragam dan simbol instansi yang mencerminkan nilai-nilai profesionalitas itu menguap, sekarang ditinggali jiwa-jiwa yang haus dan lapar akan segepok materi. Padahal kita tahu, pemuasan akan kebutuhan materi, menurut Abraham Maslow, merupakan tingkatan terendah dari kebutuhan yang harus di­pe­nuhi oleh seorang pengemban profesi.
Sosiolog Emile Durkheim menjelaskan bahwa suatu komunitas mempunyai beberapa pilar yang menopangnya, di antaranya adalah rasa solidaritas. Budaya komunitas yang sehat, kecenderungannya ada­lah saling mengingatkan di antara anggota komunitas agar selalu berusaha memilih dan memilah mana nilai-nilai dasar yang sakral bagi keluhuran komunitas yang harus dijaga dan dibela mati-matian.
Pemimpin yang baik adalah mereka yang menjadi orang terdepan yang paling bertanggung jawab untuk menegakkan nilai-nilai luhur suatu komunitas. Apalagi menyangkut se­buah komunitas berbentuk in­stitusi hukum yang tak se­penuhnya otonom, yang ke­cen­de­rungannya bergerak di da­lam satu garis koordinasi.
Walaupun secara hukum nama-nama yang diduga terlibat dalam suatu skandal penegakan hukum harus dibukti­kan dulu di suatu persidangan berdasarkan prinsip praduga tidak bersalah yang kita junjung bersama, namun ada nor­ma lain yang tidak boleh dilupakan begitu saja, yakni norma kepatutan dan kesusilaan yang senantiasa lahir dan hidup dari suasana common sense, suara nurani masyarakat.
Dari sudut seperti itulah kisah keberanian cerita di atas bermula: tersisanya sekeping rasa malu dan tanggung jawab moral. Oleh karena itu, sudah sepantasnya seluruh pihak yang terlibat dalam rekayasa tersebut undur diri, sambil menunggu proses hukum yang akan dijalani, tak terkecuali bagi sang pemimpin.
Negeri ini butuh lebih ba­nyak cerita keberanian untuk memperbaiki dirinya yang ke­mudian akan dicatat menjadi sebuah sejarah yang bermakna bagi generasi berikutnya. Per­nyataan Jaksa Agung Hen­darman Supandji yang tidak bersedia begitu saja mundur dari jabatannya karena masih menunggu keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sungguh sangat disayangkan. Beliau mengatakan, “Karena yang mengangkat dan menurunkan saya, bapak presiden.” Tetapi kita sadar, beliau keliru atau mungkin lupa, bahwa sebenarnya kita, rakyat, yang mengangkat seseorang menjadi Tuan Presiden.

Penulis adalah mahasiswa Pascasarjana Program Magister Hukum UGM dan Praktisi Hukum pada Fredrik J Pinakunary Law Offices, Jakarta.

Komentar bertahan »

PENTINGNYA USAHA ATAS HIDAYAH

PENTINGNYA USAHA ATAS HIDAYAH

Assalamualaikum wr.wb
Apakah hidayah itu?
Hidayah adalah daya dorong untuk menjalankan perintah Allah dan daya cegah untuk menghindari larangan-Nya.Atas pentingnya persoalan hidayah ini Allah SWT memberi petunjuk pada semua makhluQ-Nya
QS 20.Toha 49+50

49. Berkata Fir’aun: “Maka siapakah Tuhanmu berdua, Hai Musa?[924].
50. Musa berkata: “Tuhan kami ialah (Tuhan) yang Telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, Kemudian memberinya petunjuk[925].
Contohnya:
1. burung terbang meninggalkan sarang meski pergi jauh berpuluh2 mil tidak akan bingung kalo kembali ke sarangnya.
2. ayam mengengkrami telur 21 hari/3 minggu bukan karena ayam pandai matematika tapi karena petunjuk dari Allah SWT
Jika burung dan ayam saja perlu petunjuk apalagi manusia….
Atas pentingnya perkara ini Allah SWT telah memberi benih-benih petunjuk pada manusia. Allah telah ilhamkan pada manusia mana jalan fasik dan mana jalan taqwa. Dan Allah beri pilihan-pilihan . siapa mau baik siapa mau buruk silakan tapi resiko ditanggung penumpang. Resiko ditanggung sendiri dunia akherat…
QS 18:kahfi 29

29. Dan Katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir”. Sesungguhnya kami Telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.

QS. 76 Al-insan 3

3. Sesungguhnya kami Telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.

QS 91: asyams 7-10

7. Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
8. Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
9. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
10. Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
QS 92. al lail 5-10

5. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,
6. Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga),
7. Maka kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.
8. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup[1580],
9. Serta mendustakan pahala terbaik,
10. Maka kelak kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.

[1580] yang dimaksud dengan merasa dirinya cukup ialah tidak memerlukan lagi pertolongan Allah dan tidak bertakwa kepada-Nya.

Maka beruntunglah kita jika kita lebih memilih jalan taqwa dari pada jalan fasiq. Leibh memilih jalan ketaatan dimana kita memberi harta di jalan Allah, mau bertaqwa dan menjadikan sorga menjadi sesuatu yang ingin kita raih dalam perjalanan hidup. Semoga Allah lapangkan dada kita untuk menerima islam dan dimudahkan untuk menjalankan perintah-NYA seperti di ayat ini

Al an’am Q 6:125

125. Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya[503], niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.

[503] disesatkan Allah berarti: bahwa orang itu sesat berhubung keingkarannya dan tidak mau memahami petunjuk-petunjuk Allah. dalam ayat ini, Karena mereka itu ingkar dan tidak mau memahami apa sebabnya Allah menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan, Maka mereka itu menjadi sesat.

CATATAN:
Kita perlu hidayah bukan berarti kita masih kafir perlu hidayah tapi kita perlu tambahan-tambahan hidayah supaya bisa mengamalkan islam secara kaaffah/keseluruhan mulai dari imaniyah, ibadah, muamalah, muasyaroh , akhlaq dan keadilan.
Dalllilnya jika kita perlu tambahan hidayah
QS 47:17

17. Dan oraang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketaqwaannya.

Dan agar kita selalu bisa mendapat tambahan hidayah perlu mengamalkan ayat ini
QS 39: 18

18. Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya[1311]. mereka Itulah orang-orang yang Telah diberi Allah petunjuk dan mereka Itulah orang-orang yang mempunyai akal.

[1311] maksudnya ialah mereka yang mendengarkan ajaran-ajaran Al Quran dan ajaran-ajaran yang lain, tetapi yang diikutinya ialah ajaran-ajaran Al Quran Karena ia adalah yang paling baik.

Dan kita penuhi semua perintah Allah dan rasulNYA tapi banyak berfikir akan kesulitan yang kita hadapi karena perintah itu adalah perintah yang haqq
QS 8: 24

24. Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu[605], Ketahuilah bahwa Sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya[606] dan Sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.

[605] Maksudnya: menyeru kamu berperang untuk meninggikan kalimat Allah yang dapat membinasakan musuh serta menghidupkan Islam dan muslimin. juga berarti menyeru kamu kepada iman, petunjuk jihad dan segala yang ada hubungannya dengan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
[606] Maksudnya: Allah-lah yang menguasai hati manusia.

Komentar (1) »

(Mitos tentang Usia Pernikahan Siti Aisyah ra.)

Mitos usia pernikahan Sayidatuna Aisyah. ra
Edy Prayitno

Edy Prayitno :http://kuakasihan.org/

Tulisan dibawah ini adalah ..tulisan dari sahabat saya …..Abah Ruslan Abdulgani…

Mitos usia pernikahan Sayidatuna Aisyah ra

Meluruskan Fitnah Kubro kaum Kafir Tentang Pernikahan Nabi Muhammad dengan Siti Aisyah Seorang teman kristen suatu kali bertanya ke saya,”Akankah anda menikahkan saudara perempuanmu yang berumur 7 tahun dengan seorang tua berumur 50 tahun?” Saya terdiam. Dia melanjutkan,” Jika anda tidak akan melakukannya, bagaimana bisa anda menyetujui pernikahan gadis polos berumur 7 tahun, Aisyah, dengan Nabi anda?” Saya katakan padanya,” Saya tidak punya jawaban untuk pertanyaan anda pada saat ini.” Teman saya tersenyum dan meninggalkan saya dengan guncangan dalam batin saya akan agama saya. Kebanyakan muslim menjawab bahwa pernikahan seperti itu diterima masyarakat pada saat itu. Jika tidak, Orang-orang akan merasa keberatan dengan pernikahan Nabi saw dengan Aisyah.

Bagaimanapun, penjelasan seperti ini akan mudah menipu bagi orang-orang yang naif dalam mempercayainya.Tetapi, saya tidak cukup puas dengan penjelasan seperti. Nabi merupakan manusia tauladan, Semua tindakannya paling patut dicontoh sehingga kita, Muslim dapat meneladaninya.

Bagaimaanpun, kebanyakan orang di Islamic Center of Toledo, termasuk saya, Tidak akan berpikir untuk menunangkan saudara perempuan kita yang berumur 7 tahun dengan seorang laki-laki berumur 50 tahun. Jika orang tua setuju dengan pernikahan seperti itu, kebanyakan orang, walaupun tidak semuanya, akan memandang rendah thd orang tua dan suami tua tersebut.

Tahun 1923, pencatat pernikahan di Mesir diberi intruksi untuk menolak pendaftaran dan menolak mengeluarkan surat nikah bagi calon suami berumur dibawah 18 tahun , dan calon isteri dibawah 16 tahun. Tahun 1931, Sidang dalam oraganisasi-oraganisi hukum dan syariah menetapkan untuk tidak merespon pernikahan bagi pasangan dengan umur diatas (Women in Muslim Family Law, John Esposito, 1982). Ini memperlihatkan bahwa walaupun di negara Mesir yang mayoritas Muslim pernikahan usia anak-anak adalah tidak dapat diterima.

Jadi, Saya percaya, tanpa bukti yang solidpun selain perhormatan saya thd Nabi, bahwa cerita pernikahan gadis brumur 7 tahun dengan Nabi berumur 50 tahun adalah mitos semata. Bagaimanapun perjalanan panjang saya dalam menyelelidiki kebenaran atas hal ini membuktikan intuisi saya benar adanya.

Nabi memang seorang yang gentleman. Dan dia tidak menikahi gadis polos berumur 7 atau 9 tahun. Umur Aisyah telah dicatat secara salah dalam literatur hadist. Lebih jauh, Saya pikir bahwa cerita yang menyebutkan hal ini sangatlah tidak bisa dipercaya. Beberapa hadist (tradisi Nabi) yang menceritakan mengenai umur Aisyah pada saat pernikahannya dengan Nabi, hadist-hadist tsb sangat bermasalah. Saya akan menyajikan beberapa bukti melawan khayalan yang diceritakan Hisyanm ibnu `Urwah dan untuk membersihkan nama Nabi dari sebutan seorang tua yang tidak bertanggung jawab yang menikahi gadis polos berumur 7 tahun.

BUKTI #1: PENGUJIAN THD SUMBER

Sebagaian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya, Yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru

menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini. Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, dimana Hisham tinggal disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua.

Tehzibu’l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : ” Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq ” (Tehzi’bu’l-tehzi’b, Ibn Hajar Al-`asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).

Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orangIraq: ” Saya pernah dikasih tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq” Tehzi’b u’l-tehzi’b, IbnHajar Al- `asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).

Mizanu’l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: “Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok” (Mizanu’l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu’l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).

KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah jelek dan riwayatnya setelah pindha ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.

KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingattanggal penting dalam sejarah Islam:

pra-610 M: Jahiliya (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu

610 M: turun wahyu pertama AbuBakr menerima Islam

613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat

615 M: Hijrah ke Abyssinia.

616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam.

620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah

622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina

623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah

BUKTI #2: MEMINANG

Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun.

Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: “Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya ” (Tarikhu’l-umam wa’l-mamlu’k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara’l-fikr, Beirut, 1979).

Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M).

Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya.

KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.

BUKTI # 3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah

Menurut Ibn Hajar, “Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun… Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah ” (Al-isabah fi tamyizi’l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu’l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978).

Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.

KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.

BUKTI #4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma’

Menurut Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d: “Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah (Siyar A`la’ma’l-nubala’, Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu’assasatu’l-risalah, Beirut, 1992).

Menurut Ibn Kathir: “Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, IbnKathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933).

Menurut Ibn Kathir: “Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau bebrapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933)

Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: “Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H.” (Taqribu’l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi’l-nisa’, al-harfu’l-alif, Lucknow).

Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisuh usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622M).

Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana Aisyah berumah tangga.

Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun.

Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?

KESIMPULAN: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.

BUKTI #5: Perang BADAR dan UHUD

Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab karahiyati’l-isti`anah fi’l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: “ketika kita mencapai Shajarah”. Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab Ghazwi’l-nisa’ wa qitalihinnama`a’lrijal): “Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb].”

Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang Uhud and Badr.

Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu’l-maghazi, Bab Ghazwati’l-khandaq wa hiya’l-ahza’b): “Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb.”

Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 years akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perangm, dan (b) Aisyah ikut dalam perang badar dan Uhud

KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.

BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan)

Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: “Saya seorang gadis muda (jariyah dalam bahasa arab)” ketika Surah Al-Qamar diturunkan(Sahih Bukhari, kitabu’l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa’l-sa`atu adha’ wa amarr).

Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah(The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb diturunkan pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah in Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih suka bermain (Lane’s Arabic English Lexicon). Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karean itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikah Nabi.

KESIMPULAN: riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 9 tahun.

BUKTI #7: Terminologi bahasa Arab

Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepada nya ttg pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata: “Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)”. Ketika Nabi bertanya ttg identitas gadis tsb (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah.

Bagi orang yang paham bahasa Arab akan segera melihat bahwa kata bikr dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun. Kata yang tepat untuk gadis belia yangmasih suka bermain-main adalah, seperti dinyatakan dimuka, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman dengan pernikahan, sebagaiaman kita pahami dalam bahasa Inggris “virgin”. Oleh karean itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah “wanita” (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. ..210,Arabic, Dar Ihya al-turath al-`arabi, Beirut).

Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas adalah “wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan.” Oleh karean itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada waktu menikahnya.

BUKTI #8. Text Qur’an

Seluruh muslim setuju bahwa Quran adalah buku petunjuk. Jadi, kita perlu mencari petunjuk dari Qur’an untuk membersihkan kabut kebingungan yang diciptakan oleh para periwayat pada periode klasik Islam mengenai usia Aisyah dan pernikahannya. Apakah Quran mengijinkan atau melarang pernikahan dari gadis belia berusia 7 tahun?

Tak ada ayat yang secara eksplisit mengijinkan pernikahan seperti itu. Ada sebuah ayat , yang bagaimanapun, yang menuntun muslim dalam mendidik dan memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur’an mengenai perlakuan anak Yatim juga valid doaplikasikan ada anak kita sendiri sendiri. Ayat tsb mengatakan :

Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5)

Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. ?? (Qs. 4:6)

Dalam hal seorang anak yang ditingal orang tuanya, Seorang muslim diperintahkan untuk (a) memberi makan mereka, (b) memberi pakaian, (c) mendidik mereka, dan (d) menguji mereka thd kedewasaan “sampai usia menikah” sebelum mempercayakan mereka dalam pengelolaan keuangan.

Disini, ayat Qur’an menyatakan ttg butuhnya bukti yang teliti terterhadap tingkat kedewasaan intelektual dan fisik melalui hasil test yang objektif sebelum memasuki usia nikah dan untuk mempercayakan pengelolaan harta-harta kepada mereka.

Dalam ayat yang sangat jelas diatas, tidak ada seorangpun dari muslim yang bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan pada seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai gadis belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan, Gadis tsb secara tidak memenuhi syarat secara intelektual maupun fisik untuk menikah. Ibn Hambal (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah yang berusia 9 tahun lebih tertarik untuk bermain dengan mainannya daripada

mengambi tugas sebagai isteri. Oleh karean itu sangatlah sulit untuk empercayai, bahwa AbuBakar,seorang tokoh muslim, akan menunangkan anaknya yang masih belia berusia 7 taun dengan Nabi yang berusia 50 tahun.. Sama sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia berusia 7 tahun.

Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya. Marilah kita memunculkan sebuah pertanyaan,” berapa banyak di antara kita yang percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?” Jawabannya adalah Nol besar. Logika kita berkata, adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita dengan memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 tahun, lalu bagaimana mana mungkin kita percaya bahwa Aisyah telah dididik secara sempurna pada usia 7 tahun seperti diklaim sebagai usia pernikahannya?

AbuBakr merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua, Jadi dia akan merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang anak-anak yang belum secara sempurna sebagaimana dinyatakan Qur’an. Abu Bakar tidak akan menikahkan Aisyah kepada seorangpun. Jika sebuah proposal pernikahan dari gadis belia dan belum terdidik secara memuaskan datang kepada Nabi, Beliau akan menolak dengan tegas karean itu menentang hukum-hukum Quran.

Kesimpulan: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karean itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata.

BUKTI #9: Ijin dalam pernikahan

Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan yang dia lakukan menjadi syah (Mishakat al Masabiah, translation by James Robson,

Vol. I, p. 665). Secara Islami, persetujuan yang kredible dari seorang wanita merupakan syarat dasar bagi kesyahan sebuah pernikahan.

Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan oleh gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai validitas sebuah pernikahan.

Adalah tidak terbayangkan bahwa AbuBakr, seorang laki-laki yang cerdas, akan berpikir dan mananggapi secara keras ttg persetujuan pernikahan gadis 7 tahun

(anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun.

Serupa dengan ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari seorang gadis yang menurut hadith dari Muslim, masih suka bermain-main dengan bonekanya ketika berumah tangga dengan Rasulullah.

KESIMPULAN: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena akan tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami ttg klausa persetujuan dari pihak isteri. Oleh karean itu, hanya ada satu kemungkinan Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual maupun fisik.

SUMMARY:

Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki yang berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah saw dan Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernha keberatan dengan pernikahan seperti ini, karean ini tak pernah terjadi sebagaimana isi beberapa riwayat.

Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di Iraq adalah tidak reliable. Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain mengenai usia menikah bagi Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat mengalami internal kontradiksi dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia Aisyah 9 tahun ketika menikah adalah tidak reliable karean adanya kontradiksi yang nyata pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam.

Oleh karean itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan mempercayai usia Aisyah 9 tahun ketika menikah sebagai sebuah kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat tsb dan lebih layak disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur’an menolak pernikahan gadis dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak membebankan kepada mereka tanggung jawab-tanggung jawab.

sumber :

The Ancient Myth Exposed

By T.O. Shanavas , di Michigan. © 2001 Minaret

from The Minaret Source: http://www.iiie.net/

Diterjemahkan oleh : C_P

sumber : http://kuakasihan.org
http://swaramuslim.net/

Komentar (1) »

SBY Tersinggung Kerbau, Kerbaupun Tersinggung SBY

Ditulis oleh Krisnov di politikana.com

Sebenarnya, kemarin malam, setelah mendengar SBY tersinggung dengan ikutnya kerbau berdemo pada tanggal 28 Januari 2010, saya ingin menerbitkan artikel untuk membela sang kerbau, entah kenapa Politikana tidak terbuka.

SBY berkata, “Ada yang bawa kerbau, SBY badannya besar, malas dan bodoh seperti kerbau”.

Kerbaupun langsung tersinggung mendengar tuduhan SBY tersebut. Kerbau merasa SBY sudah menghinanya, okelah kalau dikatakan berbadan besar, tapi malas dan bodoh ?



sumber : http://beritafenomenal.wordpress.com/

Kerbau adalah binatang yang paling setia kepada petani, kerbau berkorban untuk membajak sawah dari mulai jaman nenek moyangnya SBY, kerbau adalah hewan yang baik hati, mau diatur dan menurut untuk kebaikan umat manusia, selain itu kerbau juga hewan pekerja keras, jadi kerbau bukan hewan pemalas.

Kerbau juga bukan hewan yang bodoh, karena terbukti, kerbau mampu bekerja sama dengan petani, dan mampu bersimbiosis mutualisme dengan burung jalak.

Pak SBY, anda tersinggung dengan kehadiran kerbau dalam unjuk rasa, tapi kerbau lebih tersinggung lagi dengan perkataan anda. Jangan menuduh kerbau sekerbau-kerbaunya, bisa jadi kerbau lebih bertakwa kepada Allah SWT daripada anda.

Komentar (2) »

Fun with Fish Widget

Here’s how you can add the Fish Widget (and others)

This page lists the gadgets by abowman:
http://abowman.com/google-modules/
or
Clicking here!

To add it onto your blog, find the web address of the gadget you want (Fish is: http://fishgadget.googlecode.com/svn/trunk/fish.swf)

Then go into your blog and Write a Post or Page. Use the “f” button in the WYSIWYG menu and paste the address (the file should end in .swf).

About 500 height by 500 width should be pretty good, but you can always change this afterward.

Cheers,

Komentar bertahan »

Download Toefl Test

Please download…

Komentar bertahan »

Jingle bebelac 3 video and song lyrics download


My first, my last, my everything.
And the answer to all my dreams.
You’re my sun, my moon, my guiding star.
My kind of wonderful, that’s what you are

I know there’s only, only one like you.
There’s no way, they could have made two
You’re all I’m living for,
Your love I’ll keep for evermore,
You’re the first, you’re the last, my everything.
for downloading the video in FLV: DONLOT ABBIIIIZZZZ;)

Komentar bertahan »

Sedang sebel ama milis Apresiasi-Sastra di yahoogroups

Pernahkah anda iseng-iseng masuk ke satu milis (mailing list) seperti milis http://groups.yahoo.com/group/Apresiasi-Sastra/
di yahoogroups tapi begitu ingin berhenti berlangganan gagal? saya telah mengalaminya.
seperti ini kasusnya:

We are unable to process the message from faizrisd@gmail.com
Apresiasi-Sastra-unsubscribe@yahoogroups.com.

The email address used to send your message is not subscribed to this
group. If you are a member of this group, please be aware that you may
only send messages and manage your subscription to this group using
the email address(es) you have registered with Yahoo! Groups.

ga tahu setiap mencoba unsubscribe koq gagal terus. sampai males membersihkan account gmail saya yang selalu dipenuhi puluhan entry tiap harinya…ada yang bisa bantu saya?

Komentar bertahan »